Trump Kecam Iran: Tuding Teheran Kenakan Tarif Ilegal bagi Kapal di Selat Hormuz

JurnalPatroliNews – Jakarta – Hanya beberapa hari setelah kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran tercapai, tensi hubungan kedua negara kembali memanas. Presiden AS, Donald Trump, melayangkan tudingan serius bahwa Teheran secara sepihak membebankan tarif atau biaya tambahan kepada kapal-kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.

Berdasarkan laporan pemantauan lalu lintas maritim, aktivitas perkapalan di jalur energi paling vital di dunia tersebut mulai pulih secara perlahan. Namun, tercatat baru 10 kapal yang berani melintas sejak kesepakatan damai sementara tersebut ditandatangani pada Selasa lalu.

Lambatnya pemulihan ini disinyalir berkaitan dengan adanya hambatan administratif dan finansial yang diduga diberlakukan oleh otoritas Iran.

Melalui unggahan di platform media sosial Truth Social pada Jumat (10/4), Donald Trump menegaskan bahwa langkah Iran tersebut merupakan tindakan yang buruk dan mencederai semangat kesepakatan.

“Ada laporan yang menyebut Iran memungut biaya dari tanker-tanker yang akan melewati Selat Hormuz. Jangan sampai ini benar, namun jika benar, mereka harus menghentikannya sekarang juga! Langkah Iran sangat buruk dan tidak terhormat. Bukan seperti ini kesepakatan yang kita capai,” tulis Trump sebagaimana dilansir dari kantor berita AFP.

Ketegangan di Balik Kesepakatan Donald Trump merasa pungutan tersebut tidak sesuai dengan butir-butir gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan pada 7 April lalu.

Ia mempertanyakan otoritas Iran dalam mengatur lalu lintas minyak dunia di wilayah perairan internasional tersebut melalui mekanisme biaya yang memberatkan para operator kapal.

Selain menyoroti masalah tarif, Trump juga memberikan respons terhadap berbagai kritik yang dialamatkan kepadanya terkait keputusan mengambil jalur gencatan senjata.

Ia menyatakan optimisme bahwa pasokan minyak global akan segera kembali stabil meskipun terdapat tantangan dari pihak Teheran.

“Secepatnya Anda akan melihat minyak-minyak itu mengalir kembali, dengan atau tanpa bantuan dari Iran,” tegas Trump dalam unggahan lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Teheran belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan pengenaan tarif tersebut.

Para analis energi memperingatkan bahwa jika praktik pemungutan biaya ini benar terjadi, hal tersebut dapat memicu volatilitas harga minyak mentah dunia dan mengancam keberlangsungan gencatan senjata dua pekan yang sedang berjalan.