Aktivis Palestina di London Ditangkap Terkait Dukungan Terhadap Organisasi Terlarang

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kepolisian Metropolitan London melakukan penangkapan massal terhadap sedikitnya 212 orang dalam demonstrasi pro-Palestina yang berlangsung di Trafalgar Square, Sabtu (11/4).

Aksi penangkapan ini berkaitan dengan dukungan para demonstran terhadap organisasi Palestine Action, yang status hukumnya tengah menjadi perdebatan sengit di Inggris.

Para aktivis dibawa oleh petugas di tengah sorak sorai dukungan dari massa yang berkumpul. Berdasarkan keterangan resmi kepolisian melalui platform X, mereka yang ditahan berusia antara 27 hingga 82 tahun. Fokus penangkapan menyasar individu yang membawa plakat atau atribut yang menyatakan dukungan terhadap Palestine Action.

Status Hukum Palestine Action Organisasi Palestine Action sebelumnya telah dimasukkan ke dalam daftar hitam oleh pemerintah Inggris pada Juli lalu, sejajar dengan kelompok seperti Hamas dan Hizbullah.

Berdasarkan aturan tersebut, menjadi anggota atau mendukung kelompok ini merupakan tindak pidana dengan ancaman hukuman hingga 14 tahun penjara.

Namun, legalitas larangan tersebut sempat digugat. Pada pertengahan Februari, Pengadilan Tinggi di London mengabulkan gugatan terhadap larangan tersebut dengan pertimbangan adanya gangguan terhadap hak kebebasan berbicara.

Meski pemerintah telah mengantongi izin untuk mengajukan banding, Kepolisian Metropolitan London sempat menghentikan penangkapan sebelum akhirnya mengumumkan akan melanjutkan tindakan hukum pada akhir Maret.

Tanggapan Demonstran dan Penyelenggara Pihak penyelenggara protes, Defend Our Juries, melaporkan bahwa sekitar 500 orang berpartisipasi dalam aksi tersebut.

Mereka mengkritik keras langkah kepolisian yang tetap melakukan penangkapan meski larangan pemerintah terhadap Palestine Action telah dinyatakan melanggar hukum oleh Pengadilan Tinggi.

“Polisi memilih untuk melakukan penangkapan meskipun pengacara terkemuka telah memperingatkan bahwa tindakan tersebut melanggar hukum,” demikian pernyataan resmi dari Defend Our Juries.

Di sisi lain, para demonstran menyatakan tetap teguh pada pendirian mereka. Freya (28), salah seorang peserta aksi, menegaskan pentingnya konsistensi dalam menentang genosida meski argumen hukum pemerintah berubah-ubah.

Hal senada disampaikan Denis MacDermot (73), aktivis asal Edinburgh yang mengaku tidak ragu untuk kembali turun ke jalan meski pernah ditangkap sebelumnya.

Latar Belakang Organisasi Palestine Action didirikan pada tahun 2020 dengan misi mengakhiri partisipasi global dalam apa yang mereka sebut sebagai rezim apartheid Israel.

Kelompok ini dikenal sering menargetkan pabrik-pabrik senjata, terutama yang dimiliki oleh perusahaan pertahanan Israel, Elbit Systems.

Sejak larangan diberlakukan, tercatat hampir 3.000 penangkapan telah terjadi, dan ratusan orang kini menghadapi tuntutan hukum yang persidangannya masih ditangguhkan hingga peninjauan menyeluruh pada 30 Juli mendatang.