Megawati: Lemhannas Bukan Sekadar Pencetak Sertifikat, Harus Jadi Pusat Geopolitik Bangsa


JurnalPatroliNews – JAKARTA — Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menegaskan pentingnya pemikiran geopolitik dalam menjaga arah dan kepentingan nasional, termasuk dalam membangun kekuatan pertahanan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Megawati dalam pidatonya pada peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika 1955 yang digelar di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Sabtu (18/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Megawati mengingatkan bahwa kesadaran geopolitik menjadi landasan utama Soekarno saat mendirikan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Namun, ia mengkritik arah perkembangan lembaga tersebut yang dinilai menyempit.

“Guna membangun pentingnya pemikiran geopolitik, Bung Karno mendirikan Lemhannas. Lemhannas jangan dipersempit maknanya hanya menjadi lembaga yang mengeluarkan sertifikat kepemimpinan,” tegas Megawati.

Menurutnya, Lemhannas seharusnya menjadi pusat penggemblengan calon pemimpin dari berbagai latar belakang, baik sipil, militer, profesional, akademisi, hingga tokoh budaya dan adat.

Megawati menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun kekuatan bangsa. Ia menyebut seluruh elemen harus bersatu dalam visi dan cita-cita yang sama demi kemajuan Indonesia.

“Semua wajib bersatu dalam pemikiran dan cita-cita untuk Indonesia Raya. Semua harus bonded, menjadi satu kekuatan progresif bagi kemajuan peradaban bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa proses pendidikan di Lemhannas harus mampu menumbuhkan rasa kebangsaan yang kuat, dengan menyatukan kesadaran sebagai satu bangsa yang memiliki tujuan bersama menuju masyarakat adil dan makmur.

Menurut Megawati, pemahaman terhadap ruang hidup bangsa—meliputi darat, laut, dan udara—juga menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran geopolitik nasional.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan kembali pentingnya peran Lemhannas sebagai lembaga strategis dalam mencetak pemimpin yang memiliki wawasan kebangsaan dan kemampuan menghadapi dinamika global.