JurnalPatroliNews – Bandung – Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa memberikan pesan mendalam mengenai esensi kepemimpinan militer saat ini.
Ia menekankan bahwa seorang Komandan Satuan (Dansat) wajib mengedepankan pendekatan humanis dengan membangun kedekatan dan kepedulian nyata terhadap para prajuritnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakasad dalam pengarahan kepada para peserta pendidikan calon Komandan Brigade/Resimen (Danbrig/Danmen), Komandan Batalyon (Danyon), Komandan Detasemen (Danden), serta Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) di Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif), Bandung, Jawa Barat, Senin (20/4).
Dalam orasinya, Letjen Muhammad Saleh Mustafa menegaskan bahwa otoritas seorang komandan tidak hanya lahir dari pangkat, tetapi dari kehadiran fisiknya di tengah anggota.
Ia meminta para calon pimpinan satuan untuk tidak hanya terpaku pada pemberian instruksi dari balik meja, melainkan harus berani turun ke lapangan dan membangun komunikasi dua arah.
“Tidak hanya dibutuhkan kepedulian dan pengarahan, tetapi hatimu harus ada di situ. Kamu harus cek, kamu harus turun, dan bicara langsung. Komunikasi langsung dengan anggota adalah hal mutlak yang harus kalian lakukan,” tegas Wakasad di hadapan para peserta didik.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa sosok pimpinan satuan yang ideal harus mampu bertransformasi menjadi figur multifungsi: sebagai orang tua yang mengayomi, mitra kerja yang solutif, serta guru dan pelatih yang handal.
Hal ini dipandang krusial guna membentuk prajurit yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki karakter dan integritas yang kuat.
Pendidikan yang diikuti oleh 27 calon Danbrig/Danmen, 115 calon Danyon/Danden, serta 53 calon Wadanyon ini berlangsung selama delapan minggu dengan standar seleksi yang sangat ketat. Para peserta digembleng melalui penilaian komprehensif, mulai dari aspek sikap perilaku (Sikku) hingga ketangkasan fisik seperti renang militer, bela diri taktis, dan lintas medan.
Melalui pola pendidikan yang terukur ini, Wakasad berharap lahirnya pemimpin-pemimpin baru yang mampu membawa energi positif dan memperkuat soliditas internal TNI Angkatan Darat demi menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks di masa depan.














