JurnalPatroliNews – Jakarta – Identitas pelaku penembakan dalam acara gala media di Washington pada Sabtu (25/4) malam mulai terungkap ke publik.
Insiden yang sempat memicu kepanikan massal dan memaksa evakuasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tersebut diduga melibatkan seorang pria dengan latar belakang pendidikan yang cemerlang.
Laporan kantor berita AFP mengidentifikasi pelaku sebagai seorang pria berusia 31 tahun asal California yang berprofesi sebagai insinyur sekaligus pengembang game.
Sejumlah media lokal Amerika Serikat menyebut nama Cole Tomas Allen, warga Torrance, sebagai sosok yang diamankan petugas, meskipun otoritas keamanan belum merilis konfirmasi nama secara resmi.
Berdasarkan penelusuran pada profil profesional LinkedIn miliknya, Allen diketahui memiliki latar belakang pendidikan ganda di bidang teknik mesin dan ilmu komputer.
Ia mendeskripsikan dirinya sebagai pengembang game independen dan memiliki ketertarikan besar dalam dunia pendidikan.
Ia tercatat sebagai lulusan California Institute of Technology (Caltech) tahun 2017 dan telah menyelesaikan studi magister di bidang ilmu komputer.
Dalam perjalanan kariernya, Allen dikenal sebagai sosok yang berprestasi di bidang edukasi. Pada tahun 2024, ia sempat dianugerahi gelar pengajar terbaik bulanan oleh lembaga pendidikan C2 Education.
Semasa sekolah di Pacific Lutheran High School Los Angeles, rekan setimnya di klub voli bahkan menjulukinya sebagai pria yang nyaris jenius karena kecerdasannya yang menonjol serta kepribadiannya yang dikenal lembut.
Namun, citra tersebut kontras dengan aksi nekatnya di Washington. Saat melakukan aksinya, Allen dilaporkan membawa persenjataan lengkap yang terdiri dari senapan, pistol, serta beberapa bilah pisau.
Presiden Donald Trump dalam konferensi persnya menyebut Allen sebagai pelaku tunggal atau lone wolf dan mengategorikannya sebagai sosok yang sedang mengalami gangguan.
Informasi tambahan yang kini tengah didalami penyidik adalah rekam jejak dukungan politik pelaku. Berdasarkan data Komisi Pemilihan Federal (FEC) Amerika Serikat, seseorang dengan nama Cole Allen yang bekerja di C2 Education tercatat pernah menyumbangkan dana sebesar USD 25 untuk kelompok penggalangan dana kampanye Kamala Harris pada tahun 2024.
Hingga saat ini, pihak kepolisian Washington masih terus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap motif pasti di balik serangan tersebut.
Allen sendiri diketahui tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya dan tidak dikenal oleh aparat penegak hukum di wilayah Washington sebelum insiden ini terjadi.













