Seruan Prabowo Perkuat Patriotisme Dinilai Strategis Hadapi Tekanan Global


JurnalPatroliNews – Jakarta – Seruan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh elemen masyarakat memperkuat sikap patriotik dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh fondasi bangsa di tengah dinamika global yang semakin kompleks dan penuh tekanan.

Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah, menilai pernyataan Prabowo yang menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi pihak yang tidak patriotik bukan sekadar retorika politik semata, melainkan sinyal kuat mengenai arah kebijakan nasional yang berfokus pada pembangunan karakter bangsa dan loyalitas kebangsaan.

Menurut Amir, dalam perspektif intelijen, patriotisme merupakan salah satu elemen utama dalam membangun ketahanan nasional sebuah negara.

“Negara dengan tingkat patriotisme rendah akan lebih rentan terhadap infiltrasi kepentingan asing, baik melalui jalur ekonomi, politik, hingga budaya,” kata Amir, Kamis (30/4/2026).

Ia menilai, dalam situasi global yang semakin kompetitif, Indonesia harus memperkuat daya tahan internal agar tidak mudah terpengaruh oleh tarik-menarik kepentingan kekuatan besar dunia.

Amir menjelaskan, posisi strategis Indonesia yang berada di tengah rivalitas geopolitik antara Amerika Serikat dan China membuat penguatan patriotisme menjadi kebutuhan mendesak.

Menurutnya, tanpa kesadaran kolektif masyarakat untuk mencintai, menjaga, dan mengabdi pada bangsa, Indonesia berisiko hanya menjadi objek dalam percaturan geopolitik internasional.

“Tanpa kesadaran kolektif rakyat untuk mencintai dan mengabdi pada bangsa, Indonesia berisiko hanya menjadi objek dalam percaturan geopolitik internasional,” tegasnya.

Ia menambahkan, patriotisme tidak hanya diwujudkan melalui simbol atau slogan, tetapi harus tercermin dalam keberpihakan pada kepentingan nasional, kemandirian ekonomi, serta komitmen menjaga kedaulatan negara.

Seruan Presiden Prabowo tersebut, lanjut Amir, menjadi pengingat bahwa pembangunan bangsa tidak hanya bertumpu pada kekuatan ekonomi dan militer, tetapi juga pada kualitas karakter rakyatnya sebagai benteng utama pertahanan nasional.

Dengan kondisi geopolitik global yang terus berubah, penguatan rasa cinta tanah air dinilai menjadi salah satu strategi penting agar Indonesia tetap berdiri tegak sebagai negara berdaulat dan tidak mudah didikte oleh kepentingan asing.