Tragedi Tambang Sukolilo: Sopir Truk Tewas Tertimbun Longsor Galian C di Pati

JurnalPatroliNews – Jakarta – Aktivitas pertambangan galian C di Desa Pakem, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, kembali memicu tragedi.

Seorang sopir truk asal Kabupaten Grobogan dilaporkan tewas mengenaskan setelah tertimbun material longsor saat tengah beroperasi di area tambang tersebut, Kamis (30/4/2026).

Insiden maut ini terekam dalam sejumlah video amatir yang viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat satu unit ekskavator dan truk hancur setelah dihantam bongkahan batu besar dan tanah yang runtuh dari ketinggian tebing tambang.

Warga di lokasi kejadian tampak bahu-membahu mengevakuasi tubuh korban yang sudah tidak bernyawa dari reruntuhan.

Seorang warga setempat, Slamet Riyanto, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Longsoran material galian C tersebut menimpa dua orang pekerja yang berada tepat di bawah lereng tambang.

“Material galian C longsor dan menimpa sopir truk serta operator alat berat. Sopir truk meninggal di lokasi karena luka berat akibat hantaman batu, sementara operator ekskavator dalam kondisi kritis dan sudah dilarikan ke rumah sakit,” jelas Slamet saat dikonfirmasi.

Tragedi ini memicu kemarahan warga yang tergabung dalam gerakan “Sukolilo Bangkit”. Slamet menegaskan bahwa warga telah berulang kali menggelar aksi penolakan terhadap aktivitas tambang di wilayah tersebut.

Ia menyebut tambang tersebut merusak ekosistem, sering memakan korban, dan diduga kuat beroperasi tanpa izin resmi.

“Sejak April 2025 kami sudah bolak-balik melakukan aksi karena tambang ini tidak berizin. Sempat ditutup, namun entah bagaimana pemilik tambang membukanya kembali hingga akhirnya jatuh korban lagi,” keluh Slamet.

Kapolsek Sukolilo, AKP Sahlan, membenarkan terjadinya peristiwa maut tersebut. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, korban meninggal diketahui merupakan warga Grobogan yang saat kejadian gagal menyelamatkan diri dari dalam kabin truk.

“Satu orang meninggal, warga Grobogan. Korban berusaha menyelamatkan diri namun nahas tertimbun material longsor. Korban adalah sopir dump truck,” terang AKP Sahlan melalui sambungan telepon.

Menurut keterangan kepolisian, material galian dari lokasi tersebut rencananya akan digunakan untuk pengurukan lahan pondasi perumahan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait aspek legalitas tambang dan prosedur keselamatan kerja di lokasi tersebut.