JurnalPatroliNews – Jakarta – Pengurus Besar Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia resmi melantik jajaran pengurus provinsi (Pengprov) Perbakin DKI Jakarta, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Sabtu (2/5/2026).
Pelantikan tersebut menjadi penanda dimulainya fase baru konsolidasi organisasi, dengan fokus utama pada pembinaan klub, regenerasi atlet, serta peningkatan prestasi olahraga menembak nasional.
Ketua Umum Perbakin DKI Jakarta, Umar Surya Fana, menegaskan bahwa prosesi pelantikan ini merupakan penutup dari rangkaian panjang proses organisasi yang telah dimulai sejak 2025.
“Pelantikan ini adalah rangkaian akhir dari seluruh proses pemilihan yang kita mulai sejak Agustus 2025, dengan puncaknya di 13 Desember,” kata Umar.
Menurutnya, setelah seluruh proses organisasi rampung, energi Perbakin kini harus sepenuhnya diarahkan pada kerja nyata, khususnya dalam pembinaan atlet dan peningkatan prestasi di level nasional maupun internasional.
Ia juga menyoroti pesan Ketua Umum PB Perbakin, Joni Supriyanto, yang menegaskan bahwa organisasi olahraga bukan tempat mencari keuntungan pribadi, melainkan ruang pengabdian untuk kemajuan cabang olahraga.
“Tidak pernah kita mencari makan dari organisasi, tapi organisasi yang harus kita backup habis-habisan, mengorbankan semuanya,” ujar Umar.
Bagi Perbakin DKI, kata Umar, tujuan utama dari seluruh konsolidasi organisasi adalah memastikan atlet dan pelatih mendapatkan dukungan maksimal untuk meraih prestasi.
“Endingnya adalah buat atlet dan pelatih, kemudian untuk prestasi,” tegasnya.
Ia mengakui tantangan terbesar saat ini adalah menjaga kesinambungan regenerasi atlet, terutama di kelompok usia muda.
Mobilitas tinggi atlet usia sekolah dan mahasiswa dinilai kerap menimbulkan kekosongan regenerasi jika tidak diantisipasi sejak dini.
“Kita butuh atlet-atlet baru, khususnya usia muda, supaya tidak terjadi kekosongan regenerasi,” jelasnya.
Sebagai langkah konkret, Perbakin DKI mulai menata ulang peran klub sebagai ujung tombak pembinaan atlet. Klub-klub diminta lebih aktif, disiplin, dan berkontribusi nyata terhadap pengembangan prestasi.
Menurut Umar, pendekatan tersebut akan disesuaikan dengan karakteristik DKI Jakarta yang berbeda dibandingkan daerah lain.
“Ke depan kita akan sesuaikan dengan AD/ART yang ada, karena karakter DKI ini berbeda dengan daerah lain,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pelantikan bukanlah akhir dari proses organisasi, melainkan awal pembuktian bahwa kepengurusan baru mampu bekerja efektif, terukur, dan menghasilkan capaian nyata.
“Kami ingin memastikan bahwa setelah pelantikan ini, Perbakin DKI benar-benar bergerak, bukan hanya ada di atas kertas,” katanya.
Dengan semangat baru dari pelantikan di Senayan, Perbakin DKI kini memasuki fase konsolidasi penuh untuk menguji sejauh mana komitmen yang telah diucapkan dapat diterjemahkan menjadi prestasi nyata di lapangan.














