JurnalPatroliNews – Jakarta – Gelombang serangan militer Rusia dilaporkan menewaskan sedikitnya 27 orang di sejumlah wilayah Ukraina pada Selasa (5/5/2026).
Insiden mematikan ini terjadi hanya beberapa jam sebelum batas waktu usulan gencatan senjata tanpa batas waktu yang diajukan oleh pemerintah Kyiv, yang dijadwalkan mulai berlaku pada Rabu tengah malam.
Zaporizhzhia menjadi titik paling terdampak dengan catatan 12 orang tewas dan 20 lainnya luka-luka akibat hantaman empat bom udara berpemandu serta serangan drone Shahed.
Gubernur Ivan Fedorov dan Sekretaris Dewan Kota Zaporizhzhia, Rehina Kharchenko, menyebut serangan tersebut dilakukan secara sinis karena menyasar pemukiman sipil dan menghambat tim penyelamat untuk mendekati lokasi karena adanya serangan drone susulan.
Kondisi serupa terjadi di wilayah lain; enam orang tewas di Kramatorsk, sementara di Dnipro serangan Rusia merenggut sedikitnya empat nyawa warga sipil.
Presiden Volodymyr Zelenskiy mengecam keras aksi tersebut dan menyebutnya sebagai serangan teroris tanpa makna militer, sementara Menteri Luar Negeri Andrii Sybiha menilai Moskow justru meningkatkan teror alih-alih bersiap untuk mengakhiri permusuhan.
Ukraina sebelumnya telah mengajukan tuntutan gencatan senjata permanen sebagai respon atas rencana Rusia yang hanya ingin menghentikan serangan pada 8-9 Mei demi peringatan hari kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman.
Sementara itu, di wilayah Rusia, kantor berita TASS melaporkan adanya dua korban jiwa di Chuvashia akibat serangan pesawat tak berawak Ukraina, serta klaim pencegatan 93 drone oleh sistem pertahanan udara Rusia di wilayah Krimea.













