Kemlu RI Prihatin Atas Serangan di UEA, Soroti Ancaman Terhadap Keamanan Energi Global

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan keprihatinan mendalam atas rangkaian serangan rudal dan drone yang menargetkan fasilitas kilang minyak di Uni Emirat Arab (UEA).

Pernyataan tertulis yang dirilis pada Rabu (6/5/2026) tersebut menyoroti risiko besar dari eskalasi konflik yang dapat mengganggu stabilitas kawasan dan dunia.

Kemlu RI menilai bahwa serangan tersebut tidak hanya melanggar kesepakatan gencatan senjata yang ada, tetapi juga berpotensi meningkatkan ketegangan militer lebih lanjut.

Selain itu, Indonesia memberikan perhatian khusus pada dampak serangan terhadap rantai pasok dan keamanan energi global, mengingat posisi strategis UEA dalam distribusi minyak dunia yang pengaruhnya dapat meluas hingga ke negara-negara di luar kawasan.

Insiden ini dipicu oleh serangan drone yang menghantam Pelabuhan Fujairah pada Senin (4/5/2026), salah satu pusat ekspor minyak paling strategis di kawasan Teluk. Serangan tersebut dilaporkan melukai tiga warga negara India.

Otoritas UEA menyatakan telah mengaktifkan sistem pertahanan udara dan berhasil mencegat sejumlah ancaman, termasuk 12 rudal balistik, 3 rudal jelajah, dan 4 pesawat nirawak yang diklaim datang dari arah Iran.

Menyikapi situasi tersebut, Indonesia mendesak seluruh pihak yang terlibat untuk menahan diri dan menghormati hukum internasional, terutama terkait perlindungan terhadap infrastruktur sipil.

Kemlu menyatakan kesiapan Indonesia untuk mendukung upaya de-eskalasi melalui dialog guna mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan tersebut.

Kepada para Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Uni Emirat Arab, pemerintah mengimbau agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.

WNI diminta untuk terus mengikuti arahan dari otoritas setempat serta berkoordinasi dengan perwakilan RI di Perserikatan Emirat Arab guna memastikan keamanan diri di tengah situasi yang dinamis.