JurnalPatroliNews – BEIRUT – Aksi tidak pantas yang diduga dilakukan seorang tentara Israel terhadap patung Bunda Maria di Lebanon selatan memicu kemarahan publik dan kecaman keras dari kalangan gereja.
Foto yang beredar luas di media sosial memperlihatkan seorang tentara Israel sedang merokok sambil menyelipkan sebatang rokok di mulut patung Bunda Maria di desa Kristen Debel, wilayah yang saat ini berada dalam pendudukan pasukan Israel.
Insiden tersebut menambah daftar kontroversi militer Israel di Lebanon setelah sebelumnya, bulan lalu, seorang tentara lainnya terekam menghantam patung Yesus yang tersalib menggunakan palu godam di desa yang sama.
Peristiwa itu kembali memicu tudingan bahwa sebagian personel militer Israel tidak menunjukkan penghormatan terhadap simbol-simbol keagamaan, khususnya di wilayah komunitas Kristen.
Militer Israel menyebut tindakan prajurit tersebut sebagai pelanggaran serius yang sepenuhnya bertentangan dengan nilai-nilai institusi militer.
Pihak militer juga menyatakan tengah melakukan penyelidikan atas insiden tersebut.
Pemimpin jemaat Debel, Pastor Fadi Felfeli, mengaku sangat tersinggung dengan tindakan itu, terlebih karena sebelumnya militer Israel juga telah menyampaikan permintaan maaf atas perusakan patung salib di desa yang sama.
“Jujur saja, masalah ini benar-benar memprovokasi kami, terutama setelah permintaan maaf terkait salib itu,” ujarnya, seperti dikutip dari BBC, Jumat (8/5/2026).
Felfeli menilai tindakan tersebut mencerminkan sikap intoleran dan fanatisme dari sebagian oknum tentara Israel.
“Hal ini juga menunjukkan bahwa ada individu-individu di dalam militer Israel yang kurang beretika dan berintegritas serta fanatik. Ini mencerminkan fanatisme yang sangat besar,” tegasnya.
Ia memastikan patung Bunda Maria tidak mengalami kerusakan fisik, namun menegaskan bahwa tindakan tersebut tetap sangat tidak etis dan melukai perasaan umat Kristiani setempat.
Kecaman juga datang dari perwakilan Gereja Katolik Roma di Tanah Suci yang menyebut aksi tentara Israel itu sebagai perilaku tidak sopan dan keterlaluan.
Mereka mendesak pemerintah Israel serta Pasukan Pertahanan Israel (IDF) untuk memberikan pesan yang jelas bahwa tindakan seperti itu tidak dapat diterima dan tidak boleh terulang.
Kontroversi ini terjadi di tengah situasi konflik yang masih memanas di Lebanon selatan. Ribuan tentara Israel masih bertahan di sejumlah wilayah meskipun gencatan senjata dengan kelompok Hizbullah telah diberlakukan sejak April lalu.
Namun demikian, serangan udara dan baku tembak antara kedua pihak masih terus berlangsung dan terus menelan korban jiwa di kedua kubu.













