Wabah di Kapal Pesiar MV Hondius: AS Konfirmasi Satu Warganya Positif Hantavirus

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kementerian Kesehatan Amerika Serikat (AS) secara resmi mengonfirmasi bahwa salah satu warga negaranya dinyatakan positif terinfeksi hantavirus pada Minggu (10/5).

Pasien tersebut merupakan bagian dari rombongan 17 warga AS yang dievakuasi dari kapal pesiar MV Hondius, yang kini tengah menjadi pusat penyebaran virus tersebut.

Otoritas kesehatan setempat juga melaporkan adanya satu penumpang warga AS lainnya yang mulai menunjukkan gejala klinis penyakit tersebut.

Meski demikian, status penumpang kedua tersebut masih dalam tahap observasi dan belum dinyatakan positif berdasarkan hasil uji laboratorium.

Mengutip laporan dari AFP, Kementerian Kesehatan AS menjelaskan bahwa seluruh warga negaranya yang menjadi penumpang di kapal pesiar tersebut telah dipulangkan ke Amerika Serikat menggunakan penerbangan khusus.

Langkah ini diambil guna memastikan penanganan medis yang lebih intensif serta mencegah potensi penyebaran lebih luas.

Hantavirus merupakan jenis virus yang umumnya ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus. Meskipun World Health Organization (WHO) mengakui adanya kemungkinan penularan antarmanusia, risiko kasus tersebut dinilai sangat kecil dan jarang terjadi.

Berdasarkan data terbaru dari WHO, total terdapat enam orang di kapal pesiar MV Hondius yang telah terkonfirmasi positif hantavirus.

Selain itu, dua penumpang lainnya juga dilaporkan mengalami gejala yang identik dengan infeksi virus tersebut.

Dari total pasien yang tertular, tercatat tiga orang meninggal dunia. Korban jiwa terdiri dari pasangan suami istri berkebangsaan Belanda dan seorang warga negara Jerman.

WHO mengidentifikasi bahwa strain yang menyebar di kapal MV Hondius adalah strain Andes, jenis hantavirus yang dikenal dapat menyebabkan gangguan pernapasan berat atau sindrom paru-paru.

Saat ini, kapal pesiar MV Hondius tengah bersandar di Kepulauan Canary, wilayah otoritas Spanyol. Sejumlah negara, termasuk Prancis dan Spanyol, telah mengevakuasi warga mereka dari kapal tersebut.

Selain Amerika Serikat, negara-negara lain seperti Australia, Kanada, Belanda, Turki, Inggris, dan Irlandia juga dilaporkan telah menerbangkan pulang warga negaranya guna mendapatkan perawatan di negara masing-masing.