UMKM Pasuruan Didorong Kuasai Live Commerce, Mas Rusdi: Tiga Detik Pertama Sangat Menentukan

JurnalPatroliNews — Pasuruan – Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Salah satu langkah yang dilakukan ialah melalui pelatihan e-commerce dan teknik penjualan secara siaran langsung (live commerce) melalui platform digital seperti TikTok Shop dan Shopee Live.

Dorongan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, saat membuka kegiatan Pelatihan E-Commerce bertajuk “Upgrade Skill, Live TikTok & Shopee: Cuan dari Digital Platform” yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan di Hall Finna Golf & Country Club, Kecamatan Prigen. Sabtu, (9/5)

Dalam sambutannya, Mas Rusdi menegaskan bahwa era digital telah mengubah pola perdagangan masyarakat. Menurutnya, pelaku UMKM tidak bisa lagi hanya mengandalkan penjualan konvensional apabila ingin bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin terbuka.

“Platform seperti TikTok Shop dan Shopee Live sekarang sudah menjadi pasar yang nyata dan terus berkembang. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan UMKM,” ujar Mas Rusdi.

Ia menjelaskan, kemampuan berbicara di depan kamera, membangun interaksi dengan penonton, hingga memahami teknik dasar live streaming menjadi faktor penting dalam meningkatkan penjualan secara digital. Bahkan, menurutnya, tiga detik pertama saat siaran dimulai menjadi momen krusial untuk menarik perhatian calon pembeli.
“Begitu live dimulai jangan diam. Langsung sapa penonton dan berikan promo yang menarik agar audiens bertahan menonton,” katanya.

Selain strategi komunikasi, peserta pelatihan juga mendapatkan pembekalan mengenai aspek teknis seperti pencahayaan, kualitas suara, pengambilan gambar produk, hingga cara membangun suasana interaktif selama siaran berlangsung.

Mas Rusdi menilai, keberhasilan live commerce tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan pelaku usaha dalam membangun kedekatan dengan calon konsumen. Karena itu, ia meminta para peserta aktif merespons komentar penonton dan menciptakan komunikasi dua arah.

“Jangan hanya jualan satu arah. Libatkan penonton, sebut nama mereka, jawab pertanyaan mereka. Semakin interaktif, semakin besar peluang penjualan,” tegasnya.

Kegiatan tersebut diikuti ratusan pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha di Kabupaten Pasuruan. Dalam sesi praktik, peserta juga diajak melakukan simulasi live commerce secara langsung menggunakan platform digital. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo, turut hadir dan mencoba simulasi live bersama peserta pelatihan.

Pemkab Pasuruan berharap pelatihan ini mampu meningkatkan kapasitas digital para pelaku UMKM sehingga produk lokal mampu bersaing di pasar nasional bahkan global. Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus menghadirkan program penguatan ekonomi digital sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.