Kuwait Protes Keras ke Dubes Iran Usai Penangkapan Anggota Garda Revolusi, Singgung Piagam PBB

JurnalPatroliNews – Jakarta – Hubungan diplomatik antara Kuwait dan Iran memanas menyusul pengumuman penangkapan empat anggota Garda Revolusi Iran oleh Kementerian Dalam Negeri Kuwait pada Selasa (12/5).

Keempat orang tersebut ditangkap atas dugaan penyusupan ke wilayah kedaulatan Kuwait melalui jalur laut, tepatnya di sekitar Pulau Bubiyan.

Berdasarkan laporan dari AFP, insiden tersebut sempat memicu bentrokan fisik yang mengakibatkan seorang tentara Kuwait mengalami luka-luka.

Otoritas Kuwait menilai tindakan ini sebagai aksi permusuhan dan menegaskan hak mereka untuk mempertahankan kedaulatan negara sesuai dengan Pasal 51 Piagam PBB.

Reaksi Keras dan Pembelaan Teheran Penangkapan ini memicu kemarahan dari pihak Teheran. Pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa keempat orang tersebut merupakan personel mereka, namun membantah adanya niat melakukan aksi permusuhan.

Iran beralasan bahwa para anggotanya sedang melakukan patroli rutin dan secara tidak sengaja memasuki perairan Kuwait akibat gangguan navigasi.

Iran mengutuk laporan yang menyebutkan adanya motif serangan dan menuntut Kuwait untuk memberikan akses pertemuan kepada para tahanan tersebut.

Nota Protes Diplomatik Sebagai respons lanjutan, Kementerian Luar Negeri Kuwait secara resmi telah memanggil Duta Besar Iran untuk menyampaikan nota protes keras terkait insiden di Pulau Bubiyan tersebut.

Kuwait menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk pelanggaran wilayah yang mengancam stabilitas nasional mereka. Saat ini, situasi di perbatasan laut kedua negara terus dipantau secara ketat guna menghindari eskalasi konflik yang lebih luas.