Membela Pendidikan Publik: Puluhan Ribu Warga Argentina Turun ke Jalan Lawan Pemangkasan Anggaran

JurnalPatroliNews – Jakarta – Gelombang aksi protes besar-besaran melanda Argentina pada Selasa (12/5) ketika puluhan ribu orang turun ke jalan di ibu kota Buenos Aires.

Massa menyuarakan penolakan keras terhadap rencana Presiden Javier Milei yang akan melakukan pemotongan anggaran besar-besaran pada universitas negeri.

Aksi ini dipicu oleh terungkapnya rencana pemerintah untuk memangkas pendanaan di sektor vital, yakni pendidikan dan kesehatan.

Demonstrasi terpusat di Plaza de Mayo, tepat di depan istana kepresidenan, sebelum akhirnya meluas ke wilayah strategis lainnya seperti Cordoba, Mendoza, dan Tucuman.

Simbol Perlawanan Distopia Menariknya, sejumlah demonstran membawa novel Fahrenheit 451 karya Ray Bradbury sebagai simbol perlawanan.

Novel yang mengisahkan masyarakat distopia tanpa buku tersebut dianggap merepresentasikan realitas pendidikan di Argentina saat ini.

“Pengurangan pendanaan pendidikan bukanlah sesuatu yang asing atau distopia. Itu adalah sesuatu yang sedang terjadi saat ini,” ujar Renata Lopez, salah satu demonstran berusia 18 tahun.

Langkah Hukum Pemerintah Ketegangan ini berawal dari veto yang dijatuhkan Presiden Milei terhadap implementasi undang-undang pendanaan universitas negeri.

Pemerintah Argentina berdalih bahwa undang-undang tersebut bertentangan dengan kebijakan fiskal negara.

Sebagai upaya memperkuat posisinya, pemerintah dikabarkan telah meminta intervensi dari Mahkamah Agung untuk membatalkan implementasi regulasi pendanaan tersebut.

Hingga saat ini, massa pendukung pendidikan publik menegaskan akan terus mengawal kebijakan ini guna memastikan keberlangsungan universitas negeri di Argentina.