JurnalPatroliNews – NEW DELHI — Menteri Luar Negeri RI Sugiono mendorong negara-negara anggota BRICS untuk mengambil peran strategis sebagai kekuatan penyeimbang dunia dengan menjauhi polarisasi serta menekan konflik geopolitik yang terus mengancam stabilitas global.
Pesan tersebut disampaikan Sugiono dalam BRICS Foreign Ministers’ Meeting (FMM) yang digelar di New Delhi, India, Kamis (14/5/2026).
Dalam forum itu, Sugiono mengingatkan bahwa perang selalu membawa konsekuensi ekonomi dan kemanusiaan yang sangat mahal, bahkan mengorbankan peluang besar bagi pembangunan dunia.
“Saya juga ingin menyoroti realitas sederhana: bahwa biaya perang pada akhirnya adalah biaya hilangnya kesempatan,” tegasnya.
Menurutnya, dana global dalam jumlah besar telah habis untuk membiayai konflik bersenjata, sementara kebutuhan rekonstruksi pascaperang justru menambah beban baru yang jauh lebih besar bagi masyarakat dunia.
“Triliunan dolar telah dihabiskan untuk konflik dan kehancuran, sementara rekonstruksi di wilayah yang terkena dampak menambah ratusan miliar dolar lagi,” kata Menlu RI.
Sugiono menilai situasi penuh gejolak tersebut bukanlah sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba, melainkan akibat pilihan politik yang lebih mengedepankan dominasi kekuatan dibandingkan jalur diplomasi.
Karena itu, Indonesia memandang pilihan antara perang dan pembangunan harus ditempatkan sebagai agenda strategis bersama, khususnya bagi negara-negara berkembang.
“Oleh karena itu, pilihan antara perang dan pembangunan bukan hanya keharusan moral. Ini adalah keharusan strategis,” ujarnya.
Ia juga mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto dalam KTT ASEAN di Cebu pekan lalu yang menyoroti dinamika di Timur Tengah sebagai contoh nyata bahaya persaingan geopolitik yang tidak terkendali.
“Bahwa perkembangan di Timur Tengah menunjukkan bagaimana ambisi dan persaingan geopolitik, jika dibiarkan tanpa kendali, hanya akan membawa kehancuran; dan kita tidak boleh membiarkan diri kita terseret oleh arus persaingan dan konfrontasi,” paparnya.
Menutup pernyataannya, Sugiono menegaskan Indonesia siap bekerja sama dengan negara-negara anggota BRICS untuk membangun tatanan global yang lebih damai, adil, dan aman.
“Indonesia siap, bersama dengan anggota BRICS lainnya, untuk membantu membentuk dunia yang lebih damai, adil, dan lebih aman bagi semua,” pungkasnya.














