Di Hadapan Panglima TNI dan Kapolri, Prabowo Tegaskan Aparat Jangan Menindas Rakyat

JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan instruksi dan peringatan keras kepada seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk sepenuhnya mengabdi kepada masyarakat.

Dalam sampaiannya, presiden menegaskan bahwa seluruh personel keamanan negara harus memiliki kesiapan untuk mati demi membela rakyat, bukan justru menjadi pelindung atau backing bagi pihak-pihak tertentu yang merugikan.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo dalam pidato resminya saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah yang berlokasi di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5).

Ia menggarisbawahi bahwa komitmen mutlak ini berlaku bagi seluruh tingkatan aparat keamanan, mulai dari pangkat yang tertinggi hingga tingkatan yang paling rendah di lapangan, tanpa ada pengecualian.

Larangan Menjadi Backing dan Komitmen Penegakan Hukum Dalam kesempatan tersebut, kepala negara secara langsung meminta agar tidak ada lagi laporan mengenai oknum aparat yang melakukan pelanggaran hukum atau abai dalam menegakkan keadilan di tengah masyarakat.

Secara khusus, ia memberikan atensi langsung kepada Panglima TNI dan Kapolri agar memastikan institusi yang mereka pimpin bersih dari praktik-praktik penyimpangan dan pembelaan terhadap kepentingan non-negara.

Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan sumber daya alam.

Oleh sebab itu, fungsi utama dari kehadiran aparat keamanan adalah untuk mengamankan seluruh kekayaan bumi pertiwi tersebut agar dapat dipergunakan sepenuhnya bagi kemakmuran, kesejahteraan, dan keadilan seluruh rakyat Indonesia.

Optimisme Kebangkitan Nasional di Tengah Krisis Global Lebih lanjut, Ketua Umum Partai Gerindra ini juga menyampaikan visi dan tekad besarnya untuk membawa Indonesia bangkit menjadi sebuah kekuatan negara yang diperhitungkan di kancah internasional dalam waktu dekat.

Ia mengomparasikan ketahanan nasional Indonesia saat ini dengan kondisi global yang sedang mengalami kepanikan akibat pecahnya konflik bersenjata di wilayah Timur Tengah, yang berdampak pada penutupan jalur maritim strategis di Selat Hormuz.

Menurutnya, situasi dunia saat ini membuktikan bahwa banyak negara yang mulai mengalami kesulitan ekonomi dan pasokan akibat ketidakstabilan global tersebut.

Namun, hal itu justru menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat fondasi internal dan membuktikan kemandirian bangsa di bawah pengawasan hukum yang ketat.

Acara peresmian penting di Nganjuk ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.