JurnalPatroliNews – Jakarta -Presiden Prabowo Subianto secara khusus memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto ke Istana Negara pada Senin siang.
Kehadiran Brian di Istana Negara terpantau dilakukan guna mendampingi kunjungan profesor dari universitas riset ternama dunia, Imperial College London.
Brian Yuliarto mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut berfokus pada rencana besar mengenai Kerja Sama Indonesia dan Imperial College di berbagai bidang riset.
Hingga saat ini, perincian mengenai poin-poin kesepakatan yang akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan tertutup tersebut masih belum diungkap ke publik.
Pertemuan strategis tersebut dilaporkan masih berlangsung intensif saat berita ini diturunkan untuk membahas teknis kolaborasi di masa depan.
Imperial College London dikenal luas sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi dan riset publik paling bergengsi di tingkat global.
Universitas yang berbasis di London ini memiliki reputasi mentereng yang sering disejajarkan dengan kampus elite lain seperti Oxford, Cambridge, MIT, hingga Harvard.
Langkah penjajakan kolaborasi ini diharapkan dapat mengangkat daya saing riset dan kualitas lulusan perguruan tinggi di Indonesia ke level internasional.
Melalui kemitraan ini, pemerintah Indonesia berambisi memperkuat fondasi sains dan teknologi nasional melalui transfer pengetahuan dari pakar dunia.
Kehadiran perwakilan dari Imperial College di Istana menunjukkan komitmen serius Presiden Prabowo dalam memajukan sektor pendidikan tinggi dan teknologi di tanah air.















Komentar