JurnalPatroliNews – Jakarta – Peristiwa kebakaran hebat dilaporkan melanda sebuah kawasan bangunan peternakan yang terletak di Kampung Pasanggrahan Legok Jambu, Desa Karyamekar, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (19/5).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara di lapangan, amukan si jago merah tersebut diduga kuat dipicu oleh adanya hubungan arus pendek atau korsleting listrik.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, memaparkan bahwa insiden memilukan itu mulai berkobar pada dini hari, yakni sekitar pukul 02.00 WIB.
Percikan api yang muncul akibat korsleting listrik tersebut dilaporkan langsung menyambar material yang sangat mudah terbakar berupa tumpukan sekam padi. Kondisi ini membuat kobaran api dengan sangat cepat merembet dan melahap seluruh bangunan peternakan ayam tersebut.
Mendapat laporan dari warga, jajaran petugas pemadam kebakaran dari Sektor Cariu langsung bertolak menuju lokasi kejadian pada pukul 02.33 WIB dan tiba di titik koordinat kebakaran sekitar pukul 02.50 WIB.
Proses penjinakan api yang dilanjutkan dengan tahap pendinginan area berlangsung cukup lama, hingga akhirnya situasi dapat dikendalikan penuh pada pukul 05.30 WIB.
Yudi mengungkapkan bahwa dalam perjalanannya menuju lokasi, tim pemadam sempat membentur kendala yang cukup berat. Jarak tempuh yang terbilang jauh ditambah dengan karakteristik medan yang ekstrem berupa tanjakan serta turunan curam, membuat waktu respons armada pemadam menjadi kurang maksimal.
Begitu tim tiba di lokasi kejadian untuk melakukan penanganan dan penelusuran titik api, kondisi fisik bangunan peternakan ayam yang beratap seng tersebut didapati sudah dalam posisi rubuh dan rata dengan tanah akibat keganasan api. Kendati bangunan utama tidak terselamatkan, petugas berhasil mengisolasi pergerakan api sebelum sempat merembet luas ke area sekitar pemukiman atau perkebunan lain.
Dampak Kerugian Masif dan Korban Luka Bakar Secara terpisah, Plt Camat Cariu, Gogo Badarudin, menjabarkan akumulasi dampak kerugian materiil yang ditimbulkan dari musibah kebakaran besar ini.
Berdasarkan hasil kalkulasi sementara, nilai kerugian ditaksir menyentuh angka fantastis hingga mencapai Rp 6,5 miliar.
Selain melumat habis fasilitas kandang, amukan api juga ikut menghanguskan sejumlah hewan ternak lain serta armada kendaraan yang terparkir di lokasi.
Gogo merinci bahwa ada sebanyak 60.000 ekor ayam yang mati terpanggang di dalam kandang, disusul dengan lima unit sepeda motor yang ikut hangus terbakar, serta delapan ekor domba peliharaan yang ditemukan tewas terpanggang akibat tidak sempat diselamatkan.
Isu kebakaran ini juga memakan korban luka dari pihak pekerja peternakan. Seorang pegawai setempat yang diketahui bernama Ari, berusia 30 tahun, dilaporkan mengalami luka bakar pada bagian tubuhnya saat berupaya berada di lokasi kejadian ketika api tengah membesar.
Pihak kecamatan memastikan bahwa korban luka atas nama Ari saat ini sudah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan perawatan medis secara intensif.














