JurnalPatroliNews | Jakarta – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang sehat dan suportif melalui penguatan kapasitas pegawai dalam memahami kesehatan mental. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Psychological First Aid (PFA) atau bantuan psikologis awal yang diikuti pegawai dan anggota DWP Kemnaker di Jakarta.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya dukungan psikologis awal, keterampilan komunikasi empatik, serta membangun budaya saling peduli di lingkungan kerja yang semakin dinamis dan penuh tantangan.
Penasihat I DWP Kemnaker, Sumarni Yassierli, menegaskan bahwa lingkungan kerja yang sehat tidak hanya dibangun melalui profesionalisme dan kompetensi, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kondisi psikologis sesama rekan kerja.
Menurutnya, perkembangan dunia kerja yang terus berubah menuntut setiap individu memiliki kemampuan untuk memahami dan memberikan dukungan kepada orang lain ketika menghadapi tekanan maupun situasi sulit.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta dapat memahami pentingnya dukungan psikologis awal, membangun komunikasi yang lebih empatik, serta menumbuhkan budaya saling peduli di lingkungan kerja,” ujar Sumarni dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa kemampuan mendengarkan, memahami, dan memberikan respons yang tepat merupakan keterampilan penting yang dapat menciptakan suasana kerja yang lebih harmonis, nyaman, dan produktif.
Workshop tersebut menghadirkan tim akademisi dari Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh civitas akademika kampus tersebut.
Empat narasumber hadir memberikan materi yang saling melengkapi, yakni Ahmad Naufalul Umam dengan materi pengenalan Psychological First Aid, Istiqomah mengenai langkah-langkah penerapan PFA, Rizki Dawanti tentang teknik komunikasi terapeutik, serta Dearly yang membahas teknik stabilisasi emosi.
Tidak hanya mendapatkan materi teoritis, peserta juga mengikuti sesi praktik dan simulasi atau role play guna memperkuat pemahaman serta keterampilan dalam menerapkan bantuan psikologis awal di lingkungan kerja.
Dalam pemaparannya, Ahmad Naufalul Umam menjelaskan bahwa Psychological First Aid merupakan bentuk intervensi awal yang bertujuan mengurangi dampak psikologis akibat stres atau peristiwa traumatis, sekaligus mencegah berkembangnya gangguan kesehatan mental yang lebih serius.
Menurutnya, trauma dapat muncul baik karena mengalami langsung suatu peristiwa maupun menyaksikan kejadian yang berdampak secara emosional. Trauma tersebut dapat bersifat akut akibat satu kejadian besar atau kronis karena tekanan yang berlangsung dalam jangka waktu panjang.
“PFA bertujuan mengurangi dan mencegah dampak psikologis yang lebih buruk akibat bencana atau situasi sulit, sekaligus memperkuat proses pemulihan psikologis,” jelas Ahmad Naufalul Umam.
Sementara itu, Istiqomah menjelaskan bahwa penerapan Psychological First Aid dilakukan melalui tiga prinsip utama yang dikenal dengan konsep Look, Listen, dan Link.
Prinsip Look dilakukan dengan mengamati kondisi dan kebutuhan individu yang mengalami tekanan. Selanjutnya Listen dilakukan dengan mendengarkan secara empatik tanpa menghakimi. Sedangkan Link bertujuan menghubungkan individu tersebut dengan bantuan atau layanan yang dibutuhkan.
“Dengan menerapkan prinsip Look, Listen, dan Link, bantuan psikologis awal dapat diberikan secara sederhana namun tetap efektif,” ujar Istiqomah.
Melalui kegiatan ini, DWP Kemnaker berharap para peserta dapat menjadi agen kepedulian di lingkungan kerja masing-masing sehingga tercipta budaya organisasi yang lebih inklusif, sehat, dan mampu memberikan dukungan psikologis bagi setiap pegawai yang membutuhkan.
Penguatan kapasitas Psychological First Aid juga diharapkan menjadi langkah preventif dalam menjaga kesehatan mental pegawai sekaligus mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas pelayanan publik di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.















Komentar