Horor Rem Blong di Salatiga: Dua Truk Beruntun Masuk Jalur Penyelamat, Satu Korban Patah Kaki

JurnalPatroliNews – Jakarta – Insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan bertubuh besar kembali terjadi di wilayah Jawa Tengah. Dua unit truk merek Hino masing-masing dengan nomor polisi K-8452-QD dan H-8540-NA dilaporkan terlibat tabrakan di jalur penyelamat darurat kawasan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kecandran, Kota Salatiga, pada Selasa (19/5) malam.

Akibat dari peristiwa benturan keras tersebut, tiga orang dilaporkan mengalami luka ringan serta satu orang lainnya menderita luka berat.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Salatiga, AKP Henry Sulistyanta, menjelaskan bahwa jalannya kecelakaan bermula saat truk Hino dengan nomor polisi K-8452-QD melaju dari arah Cebongan menuju ke arah Blotongan. Saat tengah melintas, truk tersebut diindikasikan kuat mengalami kendala teknis pada sistem pengereman.

Henry menguraikan dalam rilis keterangannya pada Rabu (20/5) bahwa sesampainya di titik lokasi kejadian perkara, kendaraan pertama diduga kuat mengalami gangguan fungsi pengereman atau rem blong.

Menyadari bahaya yang mengancam, pengemudi truk langsung berinisiatif membanting kemudi ke arah sebelah kiri jalan dan mengarahkan laju kendaraan untuk masuk ke dalam area jalur penyelamat darurat.

Nahas, skenario penyelamatan tersebut tidak berjalan mulus karena dari arah belakang yang sama, tengah melaju satu unit truk box Hino dengan nomor polisi H-8540-NA.

Ironisnya, truk box tersebut diduga juga mengalami kendala teknis serupa, yakni gangguan pada fungsi pengereman secara mendadak.

Sang sopir truk box kemudian berupaya keras untuk ikut masuk mengamankan kendaraannya ke dalam jalur penyelamat yang sama.

Lantaran jarak antara kedua armada truk tersebut sudah terlampau dekat dan pengemudi di belakang tidak mampu lagi menghindar atau menghentikan laju kendaraan, tabrakan hebat pun akhirnya tidak dapat terelakkan di dalam area jalur penyelamat tersebut.

Kondisi Korban dan Penanganan Medis Rumah Sakit Berdasarkan data yang dihimpun oleh pihak kepolisian, identitas korban luka dalam insiden kecelakaan ini di antaranya adalah sopir truk Hino pertama berinisial RFK yang berusia 25 tahun.

Korban RFK dilaporkan hanya mengalami luka lecet pada bagian tangan kiri dan langsung mendapatkan perawatan intensif di RSUD Kota Salatiga.

Sementara itu, pengemudi dari truk box Hino berinisial AS yang berusia 37 tahun terkonfirmasi mengalami cedera berupa fraktur atau patah tulang pada bagian tangan kiri, namun beruntung korban masih berada dalam kondisi sadar.

Kondisi paling parah dialami oleh penumpang dari truk box Hino yang diketahui berinisial NB berusia 38 tahun. Korban NB dilaporkan mengalami cedera patah tulang pada kedua bagian kakinya.

Bahkan, korban sempat berada dalam kondisi tidak sadarkan diri di lokasi kejadian, sebelum akhirnya berhasil dievakuasi petugas untuk mendapatkan penanganan medis darurat secara maksimal di Rumah Sakit dr. Soebarkat Tjitrodiatmodjo Salatiga.

Pihak Satlantas Polres Salatiga saat ini masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kerusakan mekanis pada kedua truk tersebut.