Dampingi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Tegaskan Kesiapan Hadapi Konflik Geopolitik Modern

JurnalPatroliNews – Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri agenda rapat kerja bersama jajaran Komisi I DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.

Kehadiran pucuk pimpinan tertinggi TNI ini dilakukan bersama Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono.

Mereka hadir dalam rangka mendampingi Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, untuk membedah perkembangan dinamika geopolitik global serta implementasi misi pemeliharaan perdamaian dunia pada Selasa (19/5).

Dalam pemaparan resminya di hadapan anggota dewan, Panglima TNI menjelaskan bahwa eskalasi dan perkembangan konflik global yang terjadi saat ini memberikan banyak pelajaran strategis bagi institusi TNI.

Menurutnya, dinamika tersebut menjadi bahan evaluasi penting untuk memacu kesiapan operasional, mempertajam kemampuan adaptasi, serta mendongkrak profesionalisme prajurit di lapangan dalam menghadapi corak ancaman yang kian hari tumbuh semakin kompleks.

Agus menggarisbawahi bahwa tren perkembangan konflik modern yang berlangsung pada masa sekarang ini memberikan berbagai macam pelajaran berharga serta strategis bagi Tentara Nasional Indonesia.

Lebih lanjut, Jenderal Agus Subiyanto memberikan penegasan bahwa keterlibatan aktif prajurit TNI dalam berbagai misi perdamaian di kancah dunia bukan merupakan langkah tanpa arah. Misi kemanusiaan dan stabilitas internasional tersebut mengantongi landasan yuridis formal yang sangat kuat.

Adapun payung hukum yang dimaksud bersumber langsung dari Piagam PBB, amanat suci Pembukaan UUD 1945, serta regulasi domestik berupa Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Rekam Jejak Gemilang dan Komitmen Modernisasi Alutsista Dalam forum tersebut, Panglima TNI juga mengupas sejarah panjang kontribusi aktif Indonesia di panggung global yang ditarik sejak pertama kali bergabung dalam misi pemeliharaan perdamaian dunia pada tahun 1957.

Sejak era tersebut hingga memasuki tahun 2026, Indonesia dinilai secara konsisten mampu menunjukkan komitmen nyata dalam menyokong perdamaian internasional.

Ia mengungkapkan bahwa hingga tahun 2026 ini, negara Indonesia tercatat telah berpartisipasi aktif dalam 30 misi PBB serta 5 misi non-PBB.

Total kontribusi dari tanah air pun terhitung sangat masif, yakni telah mengirimkan lebih dari 57.527 personel peacekeepers, di mana jumlah tersebut mencakup ribuan prajurit TNI yang tersebar dan bertugas di berbagai kawasan konflik panas dunia.

Menghadapi masa depan yang penuh dengan tantangan pertahanan, institusi TNI berkomitmen penuh untuk terus memperkuat pilar profesionalisme prajurit, menggenjot agenda modernisasi alat utama sistem persenjataan atau alutsista, serta mematangkan level kesiapsiagaan operasional.

Langkah ini akan ditempuh melalui skema penguatan kapabilitas teknologi militer, percepatan adaptasi taktik strategi peperangan modern, serta konsistensi dalam memberikan kontribusi nyata pada setiap misi perdamaian dunia guna menangkal kompleksitas ancaman global.