JurnalPatroliNews – Jakarta – Langkah penyegaran organisasi dan regenerasi kepemimpinan di jajaran petinggi militer tanah air kembali digulirkan. Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, dilaporkan kembali melakukan kebijakan rotasi jabatan strategis di lingkungan Markas Besar (Mabes) TNI. Salah satu posisi paling krusial yang mengalami pergantian personel adalah jabatan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI.
Jabatan prestisius selaku juru bicara resmi institusi TNI tersebut kini sah diemban oleh Brigjen TNI Muhammad Nas. Sosok perwira tinggi berpangkat jenderal bintang satu ini diketahui memiliki rekam jejak yang sangat panjang di korps intelijen militer, serta sempat mencuri perhatian khalayak luas lantaran aksi taktisnya yang persuasif saat mengondisikan situasi di lapangan.
Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabidpenum) Puspen TNI, Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi, memberikan konfirmasi bahwa upacara serah terima jabatan (sertijab) penting ini telah dilangsungkan di dalam Aula Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Kamis (21/5).
Agung menguraikan dalam draf keterangan tertulisnya pada Jumat (22/5) bahwa sejumlah posisi komando resmi diserahterimakan, termasuk draf pergantian kursi Kapuspen TNI dari pejabat lama Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah kepada pejabat baru Brigjen TNI Muhammad Nas.
Di samping itu, draf rotasi juga menyasar jabatan Kapuskersin TNI dari Laksma TNI Donny Suharto kepada Kolonel Inf Perry Sandhi Sitompul.
Tidak berhenti di dua sektor itu, draf mutasi Mabes TNI kali ini juga menggeser posisi Kapusinfolahta TNI dari Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko kepada Brigjen TNI Heldi Wira.
Sementara untuk draf jabatan Kapusdalops TNI kini resmi beralih dari posisi semula yang dijabat oleh Brigjen TNI Hendri Wijaya ke tangan Kolonel Inf Lukman Hakim. Rangkaian pergantian ini ditegaskan sebagai bagian mutlak dari draf proses regenerasi struktural tubuh militer demi mengoptimalkan kinerja organisasi.
Profil Singkat dan Sentuhan Humanis Brigjen Muhammad Nas Melihat draf latar belakang pribadinya, Brigjen TNI Muhammad Nas merupakan seorang perwira tinggi pria kelahiran kawasan Nagari Gadut, Agam, Provinsi Sumatera Barat, pada tanggal 8 Juni 1975. Dirinya merupakan draf lulusan murni dari kawah candradimuka Akademi Militer (Akmil) pada angkatan tahun 1998. Sepanjang perjalanan kariernya, Nas dinilai memiliki fondasi rekam jejak yang sangat kokoh di lingkungan korps Infanteri, dengan draf spesialisasi serta keahlian mendalam di bidang intelijen strategis militer.
Nama Muhammad Nas sendiri sempat menjadi buah bibir yang hangat dan viral di jagat media sosial pada medio Agustus 2025 silam. Pada saat itu, tensi keamanan terpantau sempat memanas akibat adanya gelombang aksi unjuk rasa massa yang berlangsung di depan gerbang Mako Brimob.
Alih-alih memilih menggunakan pola pendekatan yang represif atau keras, Nas yang kala itu terjun langsung mengawal perimeter di lapangan justru memilih untuk meredam draf ketegangan massa dengan cara membuka ruang komunikasi dan dialog yang sangat humanis.
Pendekatan persuasif dengan kepala dingin yang dipraktikkannya terbukti ampuh mendinginkan suasana demonstrasi yang bergejolak tanpa memicu adanya insiden bentrokan fisik di lapangan.
Sebelum akhirnya dipercaya memegang draf komando Pusat Penerangan TNI, Muhammad Nas tercatat mengemban amanah sebagai Asisten Intelijen Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Asintel Kaskostrad) yang dijabatnya sejak Maret 2025.
Sepanjang draf pengabdian militernya, ia juga tercatat sukses menduduki berbagai macam posisi dan jabatan taktis, baik di level komando teritorial daerah maupun di lingkaran intelijen strategis pertahanan:
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI mulai bulan Mei 2026 hingga Sekarang
Komandan Kodim (Dandim) 0824/Jember pada tahun 2016
Komandan Kodim (Dandim) 0101/Kota Banda Aceh untuk periode tahun 2021 hingga 2022
Asintel Kasdam II/Sriwijaya
Paban Utama A-2 Direktorat A Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI pada tahun 2025
Asintel Kaskostrad untuk draf masa jabatan tahun 2025 sampai 2026















Komentar