AS Kecam Seruan Hizbullah untuk Gulingkan Pemerintah Lebanon


JurnalPatroliNews – WASHINGTON — Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengecam keras seruan kelompok Hizbullah yang meminta rakyat Lebanon menggulingkan pemerintahan yang sah.

Rubio menilai ajakan tersebut sebagai tindakan sembrono yang berpotensi memperburuk situasi politik dan keamanan Lebanon yang saat ini masih berupaya pulih dari berbagai krisis internal.

“Ini adalah kampanye yang disengaja untuk menggoyahkan stabilitas negara dan mempertahankan kekuasaannya dengan mengorbankan masa depan rakyat Lebanon,” kata Rubio dalam siaran pers resmi pemerintah AS pada Minggu (24/5/2026), dikutip Senin (25/5/2026).

Menurut Rubio, Hizbullah terus mengabaikan permintaan pemerintah Lebanon untuk menghentikan serangan dan mematuhi kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya.

Ia menyebut pemerintah Lebanon saat ini tengah berupaya membangun kembali kondisi negara melalui rekonstruksi, dukungan bantuan internasional, dan penguatan stabilitas nasional dengan dukungan penuh dari Amerika Serikat.

Namun di sisi lain, Hizbullah dinilai justru berupaya membawa Lebanon kembali ke dalam konflik berkepanjangan dan situasi ketidakstabilan.

“Ancaman kekerasan dan upaya penggulingan kekuasaan oleh Hizbullah tidak akan dibiarkan berhasil. Era ketika kelompok teroris menyandera seluruh bangsa akan segera berakhir,” ujar Rubio.

Pernyataan tersebut muncul setelah Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem menyerukan rakyat Lebanon untuk turun ke jalan dan menggulingkan pemerintahan.

Dalam pernyataannya, Qassem juga menolak negosiasi langsung antara pemerintah Lebanon dan Israel yang dimediasi Amerika Serikat. Ia kembali menegaskan bahwa Hizbullah tidak akan menyerahkan senjatanya meskipun tekanan internasional terus meningkat.