Pengamat Nilai Parpol Islam Masih Sulit Bersaing dengan Partai Nasionalis di Pemilu 2029


JurnalPatroliNews – JAKARTA — Kekuatan partai politik berbasis Islam dinilai masih menghadapi tantangan besar untuk dapat bersaing secara kompetitif dengan partai-partai nasionalis pada Pemilu 2029 mendatang.

Pengamat politik Adi Prayitno mengatakan, dalam sejarah politik elektoral Indonesia, partai Islam hampir tidak pernah benar-benar mendominasi ataupun memenangkan pertarungan politik besar, baik dalam pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden.

“Partai politik berbasis Islam nyaris tidak pernah memenangkan pertarungan politik baik di pileg maupun Pilpres,” kata Adi melalui kanal YouTube miliknya, Selasa, 26 Mei 2026.

Menurut dia, terdapat sejumlah faktor yang membuat partai berbasis Islam sulit bersaing secara maksimal dengan partai nasionalis. Faktor tersebut meliputi keterbatasan jaringan politik, kekuatan logistik, hingga persoalan figur yang dinilai belum mampu menandingi dominasi tokoh-tokoh dari partai nasionalis.

Direktur Parameter Politik Indonesia itu juga menyoroti minimnya figur potensial dari kalangan partai Islam yang memiliki daya saing kuat untuk tampil dalam kontestasi politik 2029.

“Di Pemilu 2029, figur dari kalangan partai politik Islam nyaris tidak ada,” ujarnya.

Adi menilai, baik dari sisi kekuatan partai maupun figur yang diusung, politik Islam pada Pemilu 2029 diperkirakan masih belum mampu menyaingi dominasi partai-partai nasionalis yang selama ini mendominasi panggung politik nasional.

“Kalau kemudian disimpulkan bagaimana kekuatan politik Islam di 2029, baik dari segi partai politik ataupun figur, rasa-rasanya tidaklah terlampau kompetitif. Masih kalah jauh bersaing dengan partai nasionalis,” pungkasnya.