Yen Melemah Tembus Level 159 per Dolar AS, Tertekan Sikap BOJ dan Konflik Timur Tengah


JurnalPatroliNews – TOKYO — Mata uang Yen Jepang kembali tertekan dan melemah hingga melewati level 159 per dolar Amerika Serikat (AS), mendekati posisi terendah dalam sebulan terakhir di tengah meningkatnya ketidakpastian kebijakan moneter Bank of Japan serta memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah.

Tekanan terhadap Yen meningkat setelah Gubernur BOJ Kazuo Ueda memperingatkan adanya lonjakan risiko inflasi, namun belum memberikan sinyal pasti mengenai arah kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya.

Dalam pernyataannya, Ueda menekankan pentingnya memantau dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap tren inflasi domestik Jepang. Namun, pasar menilai sikap BOJ masih terlalu hati-hati karena belum memberikan gambaran jelas terkait langkah pengetatan moneter dalam waktu dekat.

Di sisi lain, Wakil Gubernur BOJ Ryozo Himino mencoba meredakan kekhawatiran pasar dengan menegaskan komitmen bank sentral untuk melanjutkan kenaikan suku bunga secara bertahap.

Meski demikian, Himino menyebut waktu dan kecepatan kebijakan tersebut akan sangat bergantung pada dampak konflik Timur Tengah terhadap perekonomian Jepang dan proyeksi inflasi nasional.

Sentimen pasar global sendiri masih dibayangi ketidakpastian tinggi menyusul perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Harapan investor terhadap tercapainya kesepakatan damai sempat menguat setelah muncul pembicaraan mengenai perpanjangan gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Presiden Donald Trump.

Namun optimisme tersebut kembali memudar setelah pecah kontak senjata baru di lapangan. Ketegangan meningkat usai serangan militer AS di wilayah selatan Iran yang kemudian dibalas oleh Pengawal Revolusi Iran melalui penembakan jet tempur F-35 dan drone.

Situasi tersebut memperbesar kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.

Bagi Jepang yang sangat bergantung pada impor energi, eskalasi konflik di Timur Tengah dinilai berpotensi memicu tekanan inflasi lebih besar dan memperdalam pelemahan Yen di pasar valuta asing.

Komentar