JurnalPatroliNews – BLORA — Kabar mengenai munculnya teror pocong di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, viral di media sosial dan grup percakapan WhatsApp dalam beberapa hari terakhir. Informasi tersebut sempat memicu keresahan warga setelah beredar pesan berantai yang menyebut adanya aksi pocong jadi-jadian untuk menakut-nakuti masyarakat.
Dalam pesan yang tersebar luas, warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap sosok pocong yang diduga berkaitan dengan aksi pencurian maupun pembegalan.
Narasi tersebut diperkuat dengan unggahan tangkapan layar percakapan dan imbauan yang diklaim berasal dari salah satu kepala desa.
Kabar itu pun cepat menyebar dari mulut ke mulut hingga memunculkan spekulasi di tengah masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.
Namun, Polres Blora memastikan informasi mengenai adanya teror pocong di wilayah Kabupaten Blora tidak benar atau hoaks.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Blora AKP Zaenul Arifin menegaskan hingga saat ini pihak kepolisian belum menerima laporan terkait kemunculan pocong maupun aksi kriminal dengan modus tersebut.
“Nggak ada Mas di wilayah Blora,” tegas AKP Zaenul Arifin saat dikonfirmasi, Kamis (28/5/2026).
Meski demikian, kepolisian tetap meningkatkan patroli rutin guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
Menurut Zaenul, patroli dilakukan secara berkala oleh jajaran kepolisian untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
“Tetap memberikan rasa aman kepada masyarakat dengan patroli dua jam sekali mas,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Gempolrejo, Kecamatan Tunjungan, yang enggan disebut namanya mengaku sempat mendengar kabar mengenai sosok menyerupai pocong yang disebut muncul di wilayah sekitar Kaliweden.
Menurut dia, informasi tersebut cepat menyebar di lingkungan warga hingga membuat sebagian masyarakat penasaran dan ikut melakukan pencarian pada malam hari.
“Tadi malam sempat diburu warga. Katanya lari ke arah Kaliweden terus masuk area tebu-tebuan,” ujarnya.
Ia menuturkan kabar tersebut membuat sejumlah warga memilih berjaga di depan rumah hingga larut malam demi memastikan kondisi lingkungan tetap aman.
“Banyak warga jadi nongkrong sampai malam karena takut kalau benar ada kejadian seperti itu,” katanya.
Polisi mengimbau masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan tetap menjaga situasi kamtibmas agar tidak terpancing isu yang dapat menimbulkan kepanikan.















Komentar