Geger di Asahan! Penyaluran Sapi Kurban PT SSM Dipertanyakan Kepala Desa

JurnalPatroliNews | Asahan – Program penyaluran hewan kurban oleh PT Sumber Sawit Makmur Paya Pinang Group (PPG) di Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, menuai polemik setelah muncul bantahan dari Kepala Desa Gunung Berkat terkait mekanisme penyerahan bantuan tersebut.

Sebelumnya, perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyatakan telah menyalurkan empat ekor sapi kurban kepada empat desa di wilayah ring satu operasional Kebun Aek Sakkur menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Humas PT Sumber Sawit Makmur Paya Pinang Group Bandar Pulau, Budi Manurung, pada Selasa (26/5/2026).

Empat wilayah yang disebut menerima bantuan hewan kurban tersebut yakni Desa Huta Rao, Desa Aek Nagali, Desa Gunung Berkat Pargambiran, dan Desa Gajah Sakti.

Asisten Kepala (Askep) PT SSM Paya Pinang Group, Indra Wadi, menyebut program kurban tahunan itu merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar wilayah operasional.

“Ini adalah wujud syukur dan kepedulian kami. Kami percaya bahwa kemajuan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari dukungan masyarakat sekitar,” ujar Indra Wadi dalam keterangannya.

Senada dengan itu, Budi Manurung menegaskan bahwa desa-desa penyangga perusahaan merupakan mitra strategis yang selama ini turut mendukung keberlangsungan operasional perusahaan.

Namun di tengah publikasi kegiatan tersebut, Kepala Desa Gunung Berkat, Elik Binter Sinaga, memberikan klarifikasi dan membantah adanya penyerahan resmi hewan kurban kepada Pemerintah Desa Gunung Berkat.

Menurut Elik, hingga saat ini tidak pernah ada serah terima resmi antara pihak perusahaan dengan pemerintah desa terkait bantuan sapi kurban dimaksud.

“Tolong dulu diralat berita tersebut, sebab sampai saat ini tidak ada penyerahan resmi atas nama Pemdes Gunung Berkat dan PT SSM,” kata Elik Binter Sinaga kepada wartawan.

Ia juga mempertanyakan sumber pembiayaan hewan kurban tersebut, apakah murni berasal dari perusahaan atau berasal dari potongan gaji karyawan, agar tidak menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.

Meski demikian, pihak perusahaan membantah tudingan tersebut. Saat dikonfirmasi pada Jumat (29/5/2026), Budi Manurung mengaku pihaknya sempat menawarkan penyerahan sapi kurban kepada Kepala Desa Gunung Berkat, namun ditolak.

“Memang kemarin dia enggak mau terima, katanya sudah banyak kurban di desa, kasih saja ke desa lain,” ujar Budi melalui pesan WhatsApp.

Menurutnya, agar bantuan tersebut tetap bermanfaat bagi masyarakat, sapi kurban akhirnya diserahkan kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat Dusun Pargambiran, Mahyudin Napitupulu atau H. Mahyudin Napitupulu.

Sebelumnya, Mahyudin sempat menyampaikan apresiasi atas konsistensi perusahaan yang disebut rutin menyalurkan bantuan kurban setiap tahun kepada masyarakat sekitar.

Polemik ini pun memunculkan perhatian publik terkait transparansi program sosial perusahaan, terutama menyangkut mekanisme distribusi bantuan serta koordinasi dengan pemerintah desa setempat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak perusahaan terkait pertanyaan mengenai sumber pembiayaan hewan kurban yang dipersoalkan Kepala Desa Gunung Berkat. (dol/*)

Komentar