Gerindra Klaim Kunjungan Luar Negeri Prabowo Hasilkan Kesepakatan Investasi Rp61 Triliun


JurnalPatroliNews – JAKARTA – Partai Gerindra mengklaim rangkaian kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke sejumlah negara telah menghasilkan berbagai kesepakatan strategis yang memberikan manfaat ekonomi bagi Indonesia, termasuk potensi investasi bernilai puluhan triliun rupiah.

Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, mengatakan salah satu hasil konkret dari diplomasi luar negeri Presiden Prabowo terlihat dalam kunjungannya ke Prancis yang berlangsung baru-baru ini.

“Hasil kunjungan ke Prancis menunjukkan manfaat yang nyata. Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis baru-baru ini menghasilkan sejumlah kesepakatan komersial,” kata Bahtra kepada RMOL, Rabu (3/6/2026).

Menurut anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Tenggara tersebut, nilai kesepakatan yang tercapai dalam kunjungan tersebut mencapai sekitar 3,5 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp61 triliun.

Ia menjelaskan, kerja sama yang terjalin mencakup sejumlah sektor strategis, antara lain energi, perdagangan, dan pertahanan yang dinilai berpotensi memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi Indonesia.

Selain menghasilkan kesepakatan bisnis, Bahtra menilai lawatan Presiden Prabowo juga berkontribusi dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara mitra.

Salah satu capaian yang disebutnya penting adalah terbentuknya forum bisnis tingkat tinggi yang mempertemukan pelaku usaha dari kedua negara guna memperluas peluang investasi dan kerja sama ekonomi.

“Selain itu, terbentuk forum bisnis tingkat tinggi yang mempertemukan pelaku usaha kedua negara untuk mendorong investasi dan kerja sama jangka panjang,” ujarnya.

Bahtra menegaskan bahwa evaluasi terhadap kunjungan luar negeri Presiden tidak semestinya hanya berfokus pada besaran biaya yang dikeluarkan negara. Menurutnya, manfaat ekonomi, diplomatik, dan strategis yang diperoleh harus menjadi ukuran utama dalam menilai efektivitas kunjungan tersebut.

“Publik berhak meminta transparansi atas setiap kunjungan luar negeri Presiden. Namun ukuran yang objektif bukan hanya biaya yang dikeluarkan, melainkan manfaat yang diperoleh negara,” katanya.

Ia menambahkan, kunjungan luar negeri Presiden dapat dipandang sebagai investasi strategis apabila mampu menarik investasi baru, membuka akses pasar internasional, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan global.

“Jika kunjungan tersebut menghasilkan investasi, membuka pasar baru, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat posisi Indonesia di tingkat global, maka itu harus dilihat sebagai investasi strategis bagi bangsa,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah sorotan publik terhadap intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo yang dinilai pemerintah sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi ekonomi dan memperluas kerja sama strategis Indonesia dengan berbagai negara mitra.

Komentar