PBB Desak Israel dan Lebanon Patuhi Gencatan Senjata, Serukan Penghentian Permusuhan


JurnalPatroliNews – NEW YORK – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, menyambut baik tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang diumumkan setelah pertemuan trilateral tingkat tinggi di Washington DC pada 2–3 Juni 2026.

Guterres menegaskan dukungan penuh PBB terhadap berbagai upaya diplomatik yang bertujuan mengakhiri konflik dan mengurangi penderitaan warga sipil yang terdampak di kedua sisi Garis Biru (Blue Line), yakni garis demarkasi yang memisahkan wilayah Israel dan Lebanon.

“Saya menyambut baik pengumuman gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Saya mendukung semua upaya untuk mengakhiri permusuhan dan meringankan penderitaan masyarakat di kedua sisi Garis Biru,” tulis Guterres melalui akun media sosial X, dikutip Jumat (5/6/2026).

Ia juga mendesak seluruh pihak yang terlibat untuk mematuhi kesepakatan yang telah dicapai dan menghindari tindakan yang berpotensi memicu eskalasi baru.

“Saya mendesak semua pihak untuk sepenuhnya menghormati penghentian permusuhan, menghentikan serangan lebih lanjut, dan mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional,” lanjutnya.

Dalam pernyataannya, Guterres menekankan pentingnya kepatuhan terhadap hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional, guna memastikan perlindungan warga sipil dan mencegah memburuknya situasi keamanan di kawasan.

PBB juga kembali menyerukan kepada Hizbullah serta kelompok bersenjata non-negara lainnya untuk menghormati keputusan Pemerintah Lebanon dalam memperluas kewenangan negara ke seluruh wilayah nasional. Organisasi dunia itu menegaskan bahwa kepemilikan dan penguasaan senjata harus berada secara eksklusif di tangan negara Lebanon.

Di sisi lain, PBB meminta Israel menarik seluruh pasukannya dari wilayah utara Garis Biru dengan tetap menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat implementasi kesepakatan gencatan senjata yang telah dicapai.

PBB juga menegaskan komitmennya untuk mendukung seluruh proses diplomatik guna memastikan pelaksanaan penuh Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701 yang menjadi landasan utama penghentian permusuhan antara kedua pihak sejak 2006.

Selain itu, Guterres menyerukan peningkatan dukungan internasional bagi lembaga-lembaga negara Lebanon, termasuk Angkatan Bersenjata Lebanon, agar mampu menjalankan tugas menjaga keamanan dan stabilitas nasional secara efektif.

Menurutnya, keberhasilan implementasi gencatan senjata tidak hanya bergantung pada komitmen kedua pihak yang berkonflik, tetapi juga dukungan komunitas internasional dalam memperkuat institusi negara dan menjaga stabilitas kawasan.

PBB berharap perundingan yang sedang berlangsung dapat terus dilanjutkan sehingga kesepakatan gencatan senjata yang telah dicapai menjadi fondasi menuju perdamaian yang lebih permanen dan berkelanjutan di kawasan Timur Tengah.

Komentar