JurnalPatroliNews – WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuka peluang untuk melakukan pertemuan langsung dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, apabila kedua negara berhasil mencapai kesepakatan guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama empat bulan.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada Kamis (4/6/2026) waktu setempat. Ketika ditanya mengenai kemungkinan bertemu langsung dengan pemimpin Iran, Trump menyatakan tidak menutup peluang tersebut jika proses negosiasi menghasilkan kesepakatan damai.
“Jika kita mencapai kesepakatan, ada kemungkinan saya akan bertemu. Saya tidak keberatan,” kata Trump.
Mojtaba Khamenei diketahui mengambil alih posisi Pemimpin Tertinggi Iran setelah ayahnya, Ali Khamenei, dilaporkan tewas pada hari pertama pecahnya perang. Meski konflik tersebut juga menelan korban dari kalangan keluarga Khamenei akibat serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel, Trump berharap pemimpin Iran itu tetap mengedepankan profesionalisme dalam proses diplomasi.
“Di beberapa kalangan, dia sebenarnya memiliki reputasi yang sangat baik,” ujar Trump.
Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya diplomatik yang terus dilakukan untuk mengakhiri konflik yang telah mengguncang stabilitas kawasan dan memicu gejolak di pasar global, khususnya sektor energi.
Meski saat ini kedua pihak berada dalam situasi gencatan senjata yang relatif rapuh, sejumlah isu mendasar masih menjadi hambatan dalam perundingan. Salah satu yang menjadi perhatian dunia adalah aktivitas Iran di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Sejak awal konflik, Iran dilaporkan membatasi aktivitas di Selat Hormuz, sehingga memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
Dalam perundingan yang berlangsung, Washington menuntut Teheran memberikan jaminan bahwa negara tersebut tidak akan mengembangkan senjata nuklir serta membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz. Sebaliknya, Iran meminta penghentian seluruh aksi militer dan pencabutan blokade laut yang diterapkan terhadap pelabuhan-pelabuhan negara itu.
Sinyal yang muncul dari kedua pihak juga masih beragam. Media pemerintah Iran sebelumnya melaporkan kemungkinan penghentian negosiasi dengan Amerika Serikat serta rencana penutupan Selat Hormuz. Namun sehari kemudian, Trump mengklaim bahwa Iran telah menyatakan kesediaannya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
Meski belum menghasilkan kesepakatan final, pernyataan Trump yang membuka peluang bertemu langsung dengan Mojtaba Khamenei dipandang sebagai sinyal bahwa jalur diplomasi masih terbuka. Langkah tersebut sekaligus memberikan harapan baru bagi upaya penyelesaian konflik yang selama beberapa bulan terakhir telah memengaruhi stabilitas keamanan kawasan dan perekonomian global.















Komentar