Satgas Damai Cartenz Pastikan Benda Mencurigakan di Gereja Kingmi Intan Jaya Bukan Bom

JurnalPatroliNews – Intan Jaya – Satgas Damai Cartenz bergerak cepat merespons peredaran sebuah rekaman video terkait penemuan benda mencurigakan di lingkungan tempat ibadah di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Benda yang sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat tersebut ditemukan di sekitar area Gereja Kingmi Jemaat Sion Jaindapa Klasis Nabia, Kampung Sugapa Lama, Distrik Sugapa.

Dalam narasi video yang beredar luas di platform media sosial, benda asing tersebut dituding sebagai sebuah bahan peledak berbahaya atau ranjau darat.

Secara visual, benda yang sempat memicu polemik tersebut tampak seperti sebuah potongan besi biasa yang berada di dalam tumpukan jerami.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa setelah dilakukan proses pengecekan intensif, benda tersebut dipastikan bukan bom.

Pihak kepolisian menyatakan selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian yang tinggi dalam menanggapi setiap informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Kepastian mengenai status aman benda tersebut diperoleh setelah Satgas melakukan langkah koordinasi serta verifikasi faktual bersama Pemerintah Daerah serta unsur terkait.

Irjen Pol Faizal Ramadhani juga mengeluarkan imbauan tegas agar seluruh lapisan masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terkonfirmasi kebenarannya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Adarma Sinaga, turut meminta warga untuk selalu menyaring dan memverifikasi setiap informasi yang diterima.

Pihak komando operasi memberikan apresiasi tinggi atas langkah cepat yang diambil oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dalam meninjau langsung lokasi kejadian.

Melalui tindakan proaktif dari pihak pemda tersebut, fakta yang sebenarnya terjadi di lingkungan gereja dapat segera diketahui secara jelas oleh publik.

Kombes Pol Adarma Sinaga menutup penjelasannya dengan menyatakan bahwa kolaborasi erat antar-instansi ini sangat krusial untuk menangkal berkembangnya berita bohong.

Sinergi yang solid ini terbukti efektif dalam menjaga stabilitas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Papua tetap aman serta kondusif.

Komentar