Perang Iran-AS Masuk Hari Ke-100, CENTCOM Tembak Jatuh Dua Drone di Selat Hormuz

JurnalPatroliNews – Teheran – Konfrontasi bersenjata yang melibatkan militer Iran dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan resmi memasuki hari ke-100 pada Minggu (7/6/2026).

Hingga saat ini belum ada indikasi atau tanda-tanda tercapainya penyelesaian konflik secara permanen di tingkat kedua belah pihak.

Kondisi tersebut tetap buntu meskipun berbagai jalur komunikasi dan upaya diplomatik global terus diupayakan oleh sejumlah negara luar.

Di tengah situasi ketegangan yang terus berlanjut, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengklaim telah melakukan tindakan defensif taktis.

Pihak CENTCOM menyatakan berhasil menembak jatuh dua unit pesawat tanpa awak (drone) milik Iran yang melintas di zona udara strategis.

Armada udara tersebut dilumpuhkan karena dinilai mengancam keselamatan jalur lalu lintas maritim internasional di kawasan Selat Hormuz.

Pernyataan resmi mengenai pencegatan ini dirilis langsung oleh otoritas CENTCOM melalui akun media sosial resmi mereka di platform X.

Beberapa jam sebelum insiden tersebut, militer Amerika Serikat juga mengumumkan keberhasilan operasi serangan udara di titik terpisah.

Dalam laporan tersebut, pihak AS mengklaim telah menghancurkan empat unit drone Iran lainnya serta melumpuhkan sejumlah lokasi radar pengawas pantai.

Upaya Mediasi Internasional oleh Pakistan

Perkembangan operasi militer di lapangan ini terjadi persis ketika Pemerintah Pakistan kembali bergerak aktif mengambil peran sebagai penengah konflik.

Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, dilaporkan telah mendarat di ibu kota Teheran pada Sabtu (6/6/2026) untuk menjalankan misi perdamaian.

Kedatangan Naqvi tersebut bertujuan mengantarkan sebuah dokumen diplomatik berupa surat khusus dari petinggi militer negaranya.

Surat tersebut ditulis langsung oleh Panglima Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Syed Asim Munir, untuk disampaikan kepada otoritas tertinggi Teheran.

Dokumen penting tersebut ditujukan langsung ke hadapan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei.

Kepada jaringan media lokal di Iran, Naqvi menegaskan bahwa surat dari Marsekal Munir membawa pesan yang sangat krusial terkait situasi perang saat ini.

Kendati perwakilan tingkat tinggi dari Pakistan sudah mulai membuka pintu komunikasi, ruang kesepakatan damai dinilai masih menghadapi jalan terjal.

Komentar