Inovasi Zero Waste Hingga Literasi Digital, 3 Sekolah Rakyat Raih Penghargaan Bergengsi Nasional

JurnalPatroliNews – Surabaya – Tiga lembaga pendidikan berbasis Sekolah Rakyat sukses menorehkan prestasi gemilang dengan memboyong penghargaan bergengsi pada ajang TOP 100 BUMD, Education, Leader, BPR Excellence Award 2026.

Acara penyerahan apresiasi berskala nasional tersebut sukses diselenggarakan di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat (12/6/2026).

Ketiga institusi yang berhasil mengharumkan nama daerah di bidang tata kelola pendidikan tersebut adalah SRT 49 Sumenep, SRMA 25 Lamongan, dan SRMP 29 Pamekasan.

Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 49 Sumenep berhasil menyabet penghargaan kategori ‘Excellent Junior High School with Zero Waste Economic System and Food Security of The Year 2026’.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan sekolah dalam menerapkan sistem ekonomi tanpa limbah (zero waste) serta penguatan ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 29 Pamekasan menerima penghargaan ‘The Most Highly Recommended Junior High School With Excellent Literacy Digital Program Of The Year 2026’.

Pencapaian tersebut membuktikan komitmen kuat pihak sekolah dalam mengembangkan budaya literasi digital yang unggul, kreatif, dan adaptif terhadap dinamika teknologi dunia pendidikan modern.

Di sisi lain, Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 25 Lamongan sukses membawa pulang trofi ‘The Most Inspiring School in Studentpreneurship and Sustainable Food Innovation of The Year 2026’.

Apresiasi ini menjadi bukti nyata atas keberhasilan tata kelola sekolah dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini serta menghadirkan inovasi pangan berkelanjutan bagi siswa.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berinovasi dan memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkembang,” kata Kepala SRMA 25 Lamongan, Anis Al Aminatuf, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/6/2026).

Sebagai informasi, TOP 100 Excellence Award merupakan ajang tahunan bergengsi yang mengapresiasi figur, BUMD, institusi pendidikan, hingga perbankan yang dinilai berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Mengembangkan Jiwa Wirausaha Melalui Program Kepak Sremala di Lamongan

Kepala Sekolah Anis Al Aminatuf menjelaskan bahwa siswa di SRMA 25 Lamongan diasah jiwa bisnisnya lewat program Ketahanan Pangan dan Kewirausahaan Sremala (Kepak Sremala).

Melalui program ini, para siswa diajak terlibat langsung memproduksi berbagai olahan pangan ekonomis berbahan dasar tanaman rosela seperti sirup, selai, dan minuman segar.

Tidak hanya rosela, para peserta didik juga memproduksi camilan tradisional khas Lamongan seperti wingko dan jepit jeber, hingga produk kerajinan kain batik ciprat yang bernilai estetika tinggi.

“Anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga terlibat dalam proses menanam, memproduksi, hingga memasarkan produk dengan dampingan dari guru dan tenaga kependidikan,” ungkap Anis.

Pihak sekolah juga membekali siswa dengan kemampuan manajerial lapangan seperti menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) serta menentukan nilai jual produk secara akurat.

Saat ini, seluruh komoditas produk hasil kreativitas siswa tersebut sedang dalam tahapan pendaftaran sertifikasi halal MUI serta sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Inovasi produk batik ciprat karya siswa bahkan telah sukses mendapatkan respons pasar yang baik berupa pesanan sebanyak 69 lembar kain yang kini tengah diselesaikan.

Ke depan, SRMA 25 Lamongan berkomitmen untuk memperkuat jejaring pemasaran digital serta ekspansi produk ke pasar e-commerce nasional setelah perizinan resmi terbit.

Sukses Gerakan Grasimanis Pamekasan dan Raihan Medali Emas dari Kediri

Di tempat terpisah, Kepala SRMP 29 Pamekasan, Aisyah Minarni Mukti, menjelaskan bahwa budaya literasi siber dikembangkan melalui inovasi Gerakan Literasi Membaca Menulis (Grasimanis).

Program inovatif ini memfasilitasi minat baca serta bakat kepenulisan siswa secara berkala, termasuk dengan membuka kelas intensif berupa bootcamp literasi digital.

Antusiasme yang tinggi dari para siswa berhasil menelurkan karya literasi nyata berupa sebuah buku kompilasi berisi 50 cerita fiksi pilihan bertajuk ‘Dari Terlantar Menuju Bersinar’.

“Dari cerita itu, saya buatkan dalam bentuk digital pakai aplikasi flipbook, jadi bisa dinikmati oleh para orang tua, bahkan orang tuanya menangis semua setelah membaca bukunya,” tutur Aisyah haru.

Selain fokus pada penguatan literasi digital, para siswa SRMP 29 Pamekasan juga diarahkan untuk mengembangkan bisnis pangan lokal melalui pembuatan telur asin dari telur ayam kampung.

Bersamaan dengan prestasi kolektif ketiga sekolah tersebut, kabar membanggakan juga datang dari perwakilan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 24 Kediri.

Salah satu siswa terbaik mereka, Mohammad Rifai, sukses menyabet prestasi internasional berupa Medali Emas dalam ajang kompetisi bergengsi Lomba Keilmuan Sains.

Sebagai bentuk pemenuhan aspek keberimbangan informasi bagi publik, media ini membuka ruang hak jawab maupun klarifikasi sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.

Komentar