JurnalPatroliNews – Serang – Seorang warga lanjut usia bernama Indra ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di kawasan Perumahan Taman Banten Lestari, Kelurahan Trondol, Kecamatan Serang, Kota Serang.
Jasad pria berusia enam puluh delapan tahun tersebut ditemukan oleh warga setempat pada Rabu pagi dalam kondisi tubuh yang sudah mulai membusuk.
Salah seorang warga sekitar bernama Inara menuturkan bahwa masyarakat mulai mencium aroma tidak sedap yang menyengat dari arah rumah korban sejak dua hari terakhir.
Pada awalnya warga menduga bau menyengat tersebut bersumber dari bangkai binatang seperti tikus yang mati di sekitar lingkungan pemukiman.
Karena aroma tersebut semakin tajam, warga berinisiatif memeriksa bagian dalam rumah dan mendapati korban sudah terbujur kaku dengan kondisi fisik yang mulai menghitam.
Korban yang diketahui merupakan pendatang asal Bekasi tersebut sudah menetap di perumahan itu selama lima tahun terakhir bersama sang istri.
Tetangga sekitar mengenal almarhum sebagai pribadi yang cenderung tertutup serta sangat jarang keluar rumah untuk berinteraksi dengan lingkungan sosial.
Berdasarkan keterangan warga, almarhum juga diketahui mengidap riwayat penyakit gula serta beberapa gangguan komplikasi kesehatan lainnya.
Bahkan dalam dua bulan belakangan, korban sudah sama sekali tidak pernah terlihat melakukan aktivitas luar ruangan pasca-mengalami insiden muntah darah.
Sementara itu, Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Serang Ipda Nuryanto menyatakan pihak kepolisian telah melaksanakan olah tempat kejadian perkara.
Hasil pemeriksaan luar tim medis menunjukkan tidak adanya indikasi atau tanda-tanda bekas kekerasan fisik pada tubuh jenazah.
Aparat kepolisian memperkirakan bahwa korban telah mengembuskan napas terakhirnya sekitar dua hingga tiga hari sebelum akhirnya ditemukan oleh warga.
Pihak kepolisian membeberkan bahwa keterlambatan penemuan jasad ini disebabkan oleh kondisi kesehatan mental sang istri yang sedang mengalami depresi.
Faktor hambatan psikologis tersebut membuat sang istri berasumsi bahwa suaminya hanya sedang tertidur lelap di dalam kamar.
Proses evakuasi jenazah sempat diwarnai penolakan dari pihak istri yang enggan melepaskan jasad suaminya untuk dibawa oleh petugas medis.
Setelah ditenangkan dan dibujuk oleh pihak keluarga bersama warga, jasad korban akhirnya berhasil dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten.









Komentar