Astra Bangun Desa Sejahtera Kemiren, Pendapatan Warga Naik 33 Persen Berkat Wisata Budaya

JurnalPatroliNews | Banyuwangi – Desa Kemiren di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terus menunjukkan bahwa pelestarian budaya lokal dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui program Desa Sejahtera Astra, PT Astra International Tbk memperkuat potensi desa berbasis budaya Osing dengan pendekatan pembangunan berkelanjutan yang mencakup sektor kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan.

Di desa yang dikenal sebagai pusat kebudayaan masyarakat Osing tersebut, tradisi leluhur masih hidup dan menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Alunan musik lesung, rumah adat khas Osing, hingga berbagai ritual budaya seperti Barong Ider Bumi, Tumpeng Sewu, dan Tari Gandrung menjadi daya tarik utama yang mengundang wisatawan dari berbagai daerah.

Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, mengatakan bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjaga identitas masyarakat, tetapi juga mampu menjadi fondasi pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan.

“Desa Sejahtera Astra Kemiren menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan pembangunan masyarakat dapat berjalan beriringan. Melalui penguatan pada bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan, Astra percaya warisan budaya Osing tidak hanya tetap lestari, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas hidup, peluang usaha, dan kesejahteraan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sejak mulai dibina Astra pada 2024, sekitar 300 warga telah merasakan manfaat program tersebut. Pengembangan desa wisata juga semakin melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.

Saat ini tercatat terdapat 50 homestay dengan total 92 kamar, sekitar 40 pelaku UMKM yang bergerak di bidang kuliner, kerajinan, dan kopi, serta 40 anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang aktif mengelola destinasi wisata sekaligus menjaga kelestarian budaya Osing.

Dampaknya mulai terlihat dari peningkatan kesejahteraan warga. Pendapatan rata-rata anggota Pokdarwis meningkat sekitar 33 persen, dari sebelumnya Rp1,5 juta menjadi sekitar Rp2 juta per bulan.

Program pembinaan Astra dilakukan secara komprehensif. Pada sektor kesehatan, perusahaan mendukung peningkatan layanan Posyandu, kesehatan ibu dan anak, penyediaan sarana kesehatan dasar, hingga edukasi kesehatan masyarakat.

Di bidang pendidikan, Astra memperkuat layanan PAUD melalui penyediaan fasilitas belajar, alat permainan edukatif, serta pengenalan budaya Osing kepada anak-anak sejak usia dini sebagai upaya menjaga keberlanjutan tradisi lokal.

Sementara pada aspek lingkungan, masyarakat didampingi dalam pengelolaan sampah organik dan anorganik, pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik, pembangunan instalasi biogas, hingga pembentukan kelompok sadar lingkungan yang mendukung pengembangan desa wisata ramah lingkungan.

Penguatan sektor kewirausahaan juga menjadi fokus utama. Astra mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM, pengembangan homestay, penguatan Pokdarwis, serta promosi Desa Wisata Adat Osing Kemiren sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia.

Keberhasilan tersebut mengantarkan Desa Kemiren meraih berbagai penghargaan bergengsi, mulai dari Wonderful Indonesia Impact, Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), ASEAN Tourism Award 2025, hingga terpilih sebagai bagian dari The Best Tourism Village Upgrade Program 2025, yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai desa wisata budaya berkelas internasional.

Tak hanya di Kemiren, Astra melalui Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra juga melakukan pembinaan terhadap kelompok tani buah naga di Desa Sumbermulyo, Banyuwangi.

Melalui pendampingan budidaya organik, peningkatan kualitas pascapanen, hingga perluasan akses pemasaran, produksi buah naga meningkat signifikan dari 316 ton pada 2021 menjadi 595 ton pada 2025. Nilai omzet kelompok tani pun melonjak dari Rp1,9 miliar menjadi Rp11,9 miliar dalam periode yang sama.

Produk buah naga segar maupun olahan kini telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia bahkan berhasil menembus pasar ekspor ke Singapura dan Hong Kong.

Keberhasilan Desa Sejahtera Astra Kemiren menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara dunia usaha dan masyarakat mampu menghadirkan pembangunan desa yang tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.

Komentar