Operasi Senyap TNI AL Berhasil Bongkar Penyelundupan Timah Ilegal Bernilai Fantastis

JurnalPatroliNews | Jakarta – TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kekayaan alam nasional dengan menggagalkan upaya penyelundupan sekitar 6 ton pasir timah yang diduga berasal dari aktivitas penambangan ilegal di Bangka. Penindakan dilakukan oleh Tim Gabungan Intelijen TNI AL di kawasan Jalan Lodan Raya, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (4/7/2026) dini hari.

Operasi tersebut berawal dari informasi intelijen mengenai adanya pergerakan kendaraan yang membawa komoditas tambang ilegal menuju wilayah Jakarta. Menindaklanjuti laporan tersebut, unsur intelijen dari Pusat Intelijen TNI AL (Pusintelal), Koarmada RI, dan Denintel Kodaeral III membentuk tim gabungan untuk melakukan pemantauan dan penyekatan di sejumlah titik strategis.

Sekitar pukul 00.05 WIB, tim mulai melakukan pengawasan intensif di kawasan perempatan Jalan Lodan Raya, tepatnya di sekitar Jembatan Kalimati. Tak lama kemudian, petugas memperoleh informasi bahwa truk kontainer dengan nomor polisi B 9336 TYV telah menyelesaikan proses pemindahan muatan (overtap) di salah satu pergudangan di kawasan Lodan, Ancol.

Tim kemudian membuntuti kendaraan tersebut secara tertutup. Ketika truk berusaha meninggalkan lokasi, petugas langsung melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil menghentikan kendaraan sekitar pukul 01.38 WIB, tidak jauh dari pintu gerbang Pelabuhan Sunda Kelapa.

Selanjutnya, truk beserta pengemudinya yang diketahui berinisial M langsung diamankan dan dikawal menuju Markas Komando Kodaeral III untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Amankan 150 Karung Pasir Timah

Dari hasil pemeriksaan fisik terhadap muatan truk, Tim Gabungan menemukan sekitar 150 kampil (karung) pasir timah yang diduga berasal dari aktivitas pertambangan ilegal.

Total muatan diperkirakan mencapai ±6 ton, dengan estimasi berat sekitar 40 kilogram per karung.

Seluruh barang bukti beserta kendaraan pengangkut kini telah diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan guna mengungkap jaringan penyelundupan yang berada di balik pengiriman pasir timah tersebut.

Komitmen Lindungi Kekayaan Negara

Keberhasilan operasi ini menjadi bagian dari upaya TNI AL dalam memperkuat penegakan hukum di sektor maritim sekaligus mencegah praktik penyelundupan sumber daya alam yang berpotensi merugikan negara.

Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap pengemudi serta menelusuri asal-usul maupun tujuan akhir pengiriman pasir timah tersebut untuk mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan.

Komentar