JurnalPatroliNews | Jakarta – Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III melaporkan capaian pelaksanaan operasi di wilayah Papua selama Semester I Tahun 2026. Dalam operasi tersebut, sebanyak 54 anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) berhasil diamankan, sementara 59 anggota lainnya memutuskan kembali bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui pendekatan persuasif yang dilakukan aparat.
Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menjelaskan bahwa selain melaksanakan operasi penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata, TNI juga mengedepankan strategi pendekatan humanis dengan melibatkan pembangunan daerah dan pembinaan masyarakat.
“Sebanyak 54 anggota OPM dapat kita amankan dan dengan pendekatan harmonis yang menitikberatkan pada pembangunan daerah serta masyarakat. Alhamdulillah, puji Tuhan, 59 anggota OPM aktif akhirnya memilih kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi,” ujar Lucky dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).
Menurut Lucky, strategi yang memadukan aspek keamanan dan pembangunan tersebut dinilai mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran negara di Papua. Dukungan masyarakat serta sinergi antarlembaga pemerintah disebut menjadi faktor penting dalam keberhasilan operasi yang berlangsung selama enam bulan pertama tahun ini.
Ia menegaskan bahwa upaya pemberantasan kelompok separatis bersenjata akan terus dilakukan secara terukur dengan tetap mengedepankan perlindungan terhadap masyarakat sipil dan pembangunan wilayah.
“Melihat besarnya dukungan masyarakat kepada TNI serta kentalnya sinergitas antar aparatur penyelenggara negara di Papua, bagi kami, memberantas kelompok separatis bersenjata yang menjadi ancaman keselamatan jiwa-raga masyarakat serta menjadi paradoks bagi pembangunan di wilayah timur Indonesia hanyalah persoalan waktu,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima Kogabwilhan III juga mengimbau seluruh anggota TPNPB-OPM agar menghentikan aksi kekerasan dan memilih kembali bergabung bersama NKRI demi menciptakan situasi keamanan yang kondusif di Papua.
“Kami ingatkan kepada seluruh anggota TPNPB-OPM untuk menghentikan seluruh aksi kejahatan kemanusiaan, segera letakkan senjata dan kembali bergabung ke pangkuan Ibu Pertiwi,” ujarnya.
Selain mengamankan puluhan anggota kelompok bersenjata, operasi TNI selama Semester I Tahun 2026 juga berhasil menyita berbagai barang bukti, di antaranya 47 pucuk senjata api dari berbagai jenis, 1.479 batang tanaman ganja, serta puluhan kilogram ganja kering yang diduga berkaitan dengan aktivitas ilegal di sejumlah wilayah operasi.
Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan TNI dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua sekaligus mendukung percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah timur Indonesia.













Komentar