JurnalPatroliNews – Jakarta – Suasana Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turki, memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik keras terhadap Spanyol serta kembali mengemukakan keinginannya agar Greenland berada di bawah kendali Amerika Serikat.
Pernyataan kontroversial itu disampaikan Trump di sela agenda KTT pada Rabu (8/7/2026), ketika para pemimpin negara anggota NATO tengah membahas penguatan aliansi pertahanan, peningkatan anggaran militer, hingga dukungan terhadap Ukraina.
Ancam Putus Hubungan Dagang dengan Spanyol
Dalam pernyataannya, Trump menilai Spanyol tidak memberikan kontribusi yang memadai kepada NATO dan tidak mendukung langkah militer Amerika Serikat terhadap Iran.
Ia bahkan mengancam akan menghentikan seluruh hubungan perdagangan antara Amerika Serikat dan Spanyol.
“Spanyol adalah kasus yang sia-sia. Kami tidak ingin lagi berbisnis dagang dengan Spanyol,” ujar Trump.
Trump juga menuding Madrid sebagai mitra yang tidak memenuhi kewajibannya di dalam aliansi pertahanan Atlantik Utara.
“Spanyol adalah mitra yang buruk di NATO. Mereka tidak berpartisipasi, mereka tidak membayar. Saya tidak ingin ada urusan lagi dengan Spanyol. Putuskan seluruh perdagangan dengan Spanyol, termasuk kunjungan,” tegasnya.
Menurut Trump, ia telah meminta Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, untuk menghentikan seluruh hubungan perdagangan dengan Spanyol.
Pemerintah Spanyol Bereaksi
Ancaman tersebut langsung mendapat tanggapan dari pemerintah Spanyol.
Kantor Perdana Menteri Pedro Sánchez menegaskan bahwa hubungan ekonomi kedua negara selama ini dibangun atas dasar saling menguntungkan dan tetap penting bagi kedua belah pihak.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Spanyol Monica Garcia menyampaikan kritik keras terhadap pernyataan Trump.
“Kami adalah negara yang berdaulat dan demokratis yang membela multilateralisme dan perdamaian. Yang mengerikan adalah mencampuradukkan diplomasi dengan intimidasi,” tulis Garcia melalui media sosial X.
Trump Kembali Singgung Greenland
Selain menyerang Spanyol, Trump kembali menghidupkan wacana lama mengenai Greenland.
Ia menilai pulau otonom milik Denmark tersebut memiliki nilai strategis yang jauh lebih penting bagi kepentingan Amerika Serikat dibandingkan bagi Denmark sendiri.
“Greenland sangat penting bagi Amerika Serikat, tetapi tidak penting bagi Denmark,” kata Trump.
Trump juga mengaitkan pernyataannya dengan sejarah Perang Dunia II, dengan menyebut Denmark pernah meminta Amerika Serikat membantu menjaga Greenland setelah wilayah itu diduduki Jerman Nazi.
Denmark Tegaskan Kedaulatan
Pernyataan tersebut segera mendapat penolakan dari Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen.
Ia menegaskan bahwa Denmark akan mempertahankan seluruh wilayahnya sebagai bagian dari kawasan NATO.
“Kami siap mempertahankan setiap jengkal wilayah NATO, termasuk wilayah kami sendiri,” tegas Frederiksen.
Pernyataan Trump mengenai Spanyol dan Greenland kembali memunculkan dinamika baru di tengah forum NATO yang sebelumnya difokuskan pada penguatan solidaritas negara-negara anggota dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan global.











Komentar