JurnalPatroliNews – Jakarta -Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengajak para Perwira Siswa (Pasis) Dikreg LV Sesko TNI Tahun Ajaran 2026 untuk mengambil peran aktif dalam memperkuat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan sekaligus instrumen pemerataan pembangunan nasional.
Ajakan tersebut disampaikan Ferry Juliantono saat menjadi keynote speaker pada Seminar Pasis Dikreg LV Sesko TNI Tahun Ajaran 2026 bertajuk “Peran Koperasi Merah Putih dalam Mendukung Kebijakan Pemerintah untuk Penguatan Ekonomi Kerakyatan” yang digelar di Gedung Serasan Sesko TNI, Bandung, Rabu (8/7/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Sesko TNI Marsekal Madya TNI Khairil Lubis, Ketua Seminar Kolonel Inf. Amaraldo Cornelius, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota, serta Direktur Pendidikan Sesko TNI Kolonel Kav. Setiawan Harismunandar.
Di hadapan 157 Perwira Siswa Sesko TNI, Menkop menegaskan bahwa keberhasilan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa, termasuk TNI yang memiliki jangkauan hingga tingkat desa.
“Kami mengapresiasi Sesko TNI yang mengangkat tema seminar mengenai peran Koperasi Merah Putih dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk penguatan ekonomi kerakyatan. Tema ini sangat relevan dengan tantangan bangsa saat ini sekaligus sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan koperasi sebagai pilar utama perekonomian nasional,” ujar Ferry.
Menurutnya, semangat seminar tersebut juga sejalan dengan tema Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79, yakni “Koperasi Berjaya, Indonesia Berdaya.”
Koperasi Jadi Arus Utama Ekonomi
Ferry menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai arus utama (mainstream) perekonomian nasional karena dinilai paling sesuai dengan karakter masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai gotong royong, kebersamaan, dan kekeluargaan.
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pun ditetapkan sebagai salah satu Program Prioritas Nasional yang diarahkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan perdesaan melalui penguatan ekonomi berbasis koperasi.
Rekrutmen Manajer Hampir Rampung
Dalam paparannya, Ferry mengungkapkan bahwa KDKMP saat ini telah memasuki tahap operasionalisasi.
Pemerintah tengah menyelesaikan proses rekrutmen dan pelatihan calon manajer yang akan ditempatkan di sekitar 30 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta 5 ribu calon manajer Kampung Nelayan Merah Putih.
“Awal Agustus kegiatan tersebut selesai, nantinya para manajer akan ditempatkan di sekitar 30 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” katanya.
Bangunan Menjadi Aset Desa
Ferry juga menegaskan bahwa setelah pembangunan fisik koperasi selesai, pemerintah akan melaksanakan proses verifikasi, validasi, hingga serah terima bangunan.
Ia menekankan bahwa seluruh bangunan koperasi tersebut bukan menjadi aset Kementerian Koperasi, melainkan sepenuhnya menjadi milik pemerintah desa dan masyarakat.
“Jadi orang yang belum banyak tahu bahwa ini adalah milik masyarakat desa, asetnya desa,” tegasnya.
Menurut Menkop, kepemilikan aset oleh desa merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengelolaan koperasi yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.














Komentar