Profil RANS Entertainment, Perusahaan Milik Raffi Ahmad yang Resmi IPO di BEI

PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 10 Juli 2026, dengan kode saham RANS. Pencatatan ini menjadikan perusahaan media dan hiburan milik pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina sebagai emiten ke-7 yang melantai di BEI sepanjang 2026, sekaligus menutup rangkaian parade initial public offering (IPO) yang berlangsung sejak awal Juli tahun ini.

Sejarah dan Lini Bisnis

Perusahaan ini awalnya berdiri dengan nama PT RNR Film Internasional pada 18 Oktober 2016 berdasarkan akta notaris di Tangerang Selatan. Seiring waktu, perseroan berganti nama menjadi PT Rans Entertainmen Indonesia dan berkembang menjadi ekosistem bisnis media yang terintegrasi.

Lini usahanya mencakup produksi konten digital, manajemen talenta (talent management), penyelenggaraan konser dan pergelaran musik, pengelolaan kekayaan intelektual (IP) seperti Cipungland, Petualangan Monstar Cipung, dan Cipung & Mama Gigi, hingga lini kecantikan bernama Slavina.

Perseroan saat ini memiliki 11 entitas anak dan empat perusahaan asosiasi yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari periklanan, restoran, hingga perdagangan kosmetik.

Baca Juga : Harga Emas Antam Berbalik Naik, Investor Tangkap Sinyal Pemulihan Pasar Logam Mulia

Jadwal dan Mekanisme IPO

Proses IPO RANS berjalan melalui beberapa tahapan. Masa penawaran awal (bookbuilding) berlangsung pada 23–25 Juni 2026 dengan kisaran harga indikatif Rp135–Rp170 per saham. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan efektif pernyataan pendaftaran perseroan pada 30 Juni 2026, dilanjutkan dengan masa penawaran umum pada 2–8 Juli 2026. Penjatahan efek serta distribusi saham dilakukan pada 8–9 Juli 2026, sebelum akhirnya saham RANS resmi dicatatkan di papan pengembangan BEI pada 10 Juli 2026.

Dalam aksi korporasi ini, RANS melepas 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh pasca-IPO, dengan nilai nominal Rp10 per saham. Harga final ditetapkan di level tertinggi rentang penawaran, yakni Rp170 per saham, sehingga total saham yang tercatat di bursa mencapai 12,609 miliar lembar, terdiri dari 10,084 miliar saham pendiri dan 2,525 miliar saham hasil penawaran umum.

Dari aksi ini, perseroan berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp429,25 miliar. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek, perusahaan sekuritas yang sebelumnya juga menjadi underwriter sejumlah IPO populer lain di BEI.

Rencana Penggunaan Dana IPO

Berdasarkan prospektus resmi yang disampaikan kepada BEI, dana hasil IPO akan dialokasikan untuk beberapa keperluan strategis:

  • Sekitar 6,98 persen atau Rp29,95 miliar digunakan untuk pelunasan dipercepat seluruh pokok utang kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).
  • Sekitar 18,64 persen atau Rp80 miliar dialokasikan sebagai belanja modal untuk ekspansi wahana bermain dan belajar edukatif bernama Cipungland.
  • Sekitar 37,61 persen digunakan sebagai modal kerja untuk membiayai operasional penyelenggaraan konser dan pergelaran musik yang mendatangkan musisi domestik maupun mancanegara.
  • Sekitar 19,80 persen digunakan untuk ekspansi usaha melalui akuisisi kepemilikan saham PT Rans Kosmetika Indonesia, perusahaan yang menaungi merek kecantikan Slavina.
  • Sisa dana disetorkan ke entitas anak untuk mendukung pengembangan usaha utama dan perluasan jaringan bisnis, termasuk pembentukan entitas baru bersama perusahaan teknologi Feedloop di bidang kecerdasan buatan (AI).

Kinerja Keuangan

Sepanjang tahun 2025, RANS membukukan pendapatan sebesar Rp353,38 miliar, turun 13,91 persen dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp410,49 miliar. Penurunan pendapatan turut berdampak pada laba bersih perseroan yang tercatat Rp56,69 miliar, anjlok 41,59 persen dari capaian tahun 2024 sebesar Rp97,06 miliar. Penurunan kinerja ini disebut sejumlah analis sebagai konsekuensi dari besarnya biaya ekspansi ekosistem bisnis baru, termasuk pengembangan Cipungland, Slavina, dan lini AI.

Dengan harga listing Rp170 per saham, valuasi RANS berada pada Price Earning Ratio (PER) sekitar 28,33–38 kali dan Price Book Value (PBV) sekitar 5,03 kali, dengan proyeksi kapitalisasi pasar pasca-IPO berkisar Rp1,70–2,14 triliun. Valuasi premium ini dinilai wajar oleh sejumlah analis mengingat RANS mengelola ekosistem konten berbasis IP dengan basis penggemar dan audiens digital yang sangat besar dari brand Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

Pandangan Analis

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menilai prospek RANS cukup menarik karena bergerak di sektor media digital, hiburan, IP, dan ekosistem kreatif yang masih memiliki ruang pertumbuhan besar di Indonesia. Ia menyoroti kekuatan RANS dalam membangun audiens besar dan mengonversinya menjadi berbagai sumber pendapatan, mulai dari konten digital, talent management, event, hingga lisensi.

Namun ia juga mengingatkan investor untuk tidak hanya melihat popularitas pemegang saham atau kekuatan brand, melainkan juga mencermati fundamental perusahaan seperti tren pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, dan kemampuan menghasilkan pendapatan berkelanjutan (recurring income).

Analis lain dari Panin Sekuritas, Elandry Pratama, menambahkan bahwa investor ritel perlu memahami model bisnis, arus kas, dan prospek laba jangka menengah perusahaan, serta mewaspadai potensi tekanan jual dari pemegang saham lama maupun perilaku pembelian yang didorong euforia semata (FOMO-driven buying) pada hari-hari awal perdagangan.

Ketentuan Lock-Up Saham

Sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 25 Tahun 2017, seluruh pemegang saham yang tercantum dalam prospektus—termasuk Raffi Ahmad dan sejumlah nama besar lain—dilarang mengalihkan kepemilikan saham mereka selama delapan bulan sejak pencatatan perdana.

Raffi Ahmad turut menyampaikan komitmen untuk tetap menjadi pemilik manfaat sekaligus pengendali perseroan sekurang-kurangnya selama tiga tahun sejak IPO, sementara Nagita Slavina berkomitmen menjabat sebagai Direktur Utama RANS untuk periode yang sama.

Komentar