Saham Eropa Menguat, Catat Kinerja Bulanan Terbaik di Tengah Optimisme Damai AS-Iran


JurnalPatroliNews – LONDON — Bursa saham Eropa menutup perdagangan akhir pekan di zona hijau seiring meredanya tekanan inflasi dan meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026) waktu setempat, indeks Euro STOXX 50 menguat 0,3 persen ke level 6.065. Sementara itu, STOXX Europe 600 naik 0,2 persen menjadi 626,5, sekaligus menandai kinerja bulanan yang solid bagi pasar saham kawasan tersebut.

Sentimen positif datang setelah muncul laporan bahwa AS dan Iran telah menyepakati memorandum awal yang berpotensi membuka kembali jalur pelayaran tanker minyak di Selat Hormuz. Meski masih menunggu persetujuan akhir dari Presiden AS Donald Trump, perkembangan tersebut dinilai mampu meredakan risiko geopolitik yang selama ini membayangi pasar global.

Prospek meredanya ketegangan di Timur Tengah turut menekan harga energi dan imbal hasil obligasi, sekaligus meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko seperti saham.

Dukungan tambahan juga datang dari data inflasi Jerman dan Prancis yang lebih rendah dari perkiraan pasar. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) masih memiliki ruang untuk melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter pada tahun ini guna menopang pertumbuhan ekonomi kawasan.

Di Prancis, indeks CAC 40 ditutup relatif datar. Tekanan pada saham sektor barang mewah seperti LVMH dan L’Oréal mengimbangi penguatan saham industri, termasuk Airbus dan Safran.

Data ekonomi terbaru menunjukkan produk domestik bruto (PDB) Prancis menyusut 0,1 persen pada kuartal pertama 2026. Sementara itu, inflasi pada Mei tercatat meningkat menjadi 2,4 persen akibat kenaikan harga energi.

Di Italia, indeks FTSE MIB naik 0,4 persen dan kembali menembus level psikologis 50.000. Penguatan dipimpin oleh saham sektor keuangan serta emiten konsumsi premium seperti Ferrari dan Moncler.

Namun, saham sektor energi di Italia bergerak melemah seiring penurunan harga minyak dunia. Di sisi lain, inflasi Italia meningkat menjadi 3,2 persen pada Mei, sedangkan tingkat pengangguran turun ke level 5,1 persen.

Pasar saham Inggris juga mencatatkan kinerja positif. Indeks FTSE 100 menguat tipis dan membukukan kenaikan bulanan untuk dua bulan berturut-turut.

Saham-saham sektor pertahanan seperti BAE Systems dan Rolls-Royce menjadi penopang utama indeks. Sebaliknya, saham Shell, British American Tobacco (BAT), dan Unilever bergerak di zona merah akibat pelemahan harga komoditas serta aksi ambil untung investor.

Sementara itu, indeks DAX 40 Jerman naik 0,1 persen pada penutupan perdagangan dan mengakhiri Mei dengan lonjakan 3,4 persen secara bulanan.

Penurunan inflasi Jerman menjadi 2,7 persen pada Mei memberikan sentimen positif tambahan bagi pasar. Investor juga menyambut baik prospek tercapainya kesepakatan geopolitik yang dinilai dapat mengurangi tekanan inflasi global dan memperbaiki prospek pertumbuhan ekonomi Eropa.

Secara keseluruhan, kombinasi data inflasi yang lebih terkendali dan harapan meredanya ketegangan di Timur Tengah menjadi faktor utama yang mendorong penguatan pasar saham Eropa sepanjang Mei 2026.