Maruli Simanjuntak Minta Perwira TNI-Polri Siap Hadapi Perang Era Modern

JurnalPatroliNews | Bandung – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan perlunya transformasi Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) menjadi Sishankamrata Aktif sebagai langkah strategis menghadapi perubahan lingkungan keamanan global, perkembangan teknologi, serta ancaman pertahanan yang semakin kompleks dan multidimensi.

Gagasan tersebut disampaikan Kasad saat memberikan pembekalan kepada Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LV Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI dan Polri Tahun Anggaran 2026 di Sesko TNI, Bandung, Jawa Barat, Senin (20/7/2026).

Adaptasi Strategi Pertahanan di Tengah Dinamika Global

Dalam paparannya, Jenderal Maruli menilai Indonesia membutuhkan sistem pertahanan yang mampu beradaptasi dengan dinamika geopolitik internasional tanpa meninggalkan konsep dasar pertahanan nasional yang telah diwariskan para pendiri bangsa.

Menurutnya, karakter Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, dengan wilayah yang luas serta keberagaman suku, agama, ras, dan budaya, merupakan modal strategis yang harus dioptimalkan dalam membangun kekuatan pertahanan yang tangguh.

“Presiden sering menyampaikan bahwa Sishankamrata merupakan strategi pertahanan terbaik bagi Indonesia. Kita memiliki keunggulan berupa jumlah penduduk yang besar dan wilayah Nusantara yang sangat luas. Dengan kreativitas, berbagai potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pertahanan negara,” ujar Kasad.

Ia menambahkan, kondisi geografis Indonesia juga menuntut inovasi dalam pengembangan alat utama sistem persenjataan (alutsista) agar sesuai dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan operasional di lapangan.

Sishankamrata Tetap Relevan, Namun Harus Lebih Aktif

Kasad menegaskan konsep Sishankamrata masih menjadi fondasi utama sistem pertahanan nasional. Namun, implementasinya perlu terus dikembangkan agar lebih aktif, adaptif, dan responsif terhadap berbagai bentuk ancaman yang terus berkembang.

Menurutnya, transformasi menuju Sishankamrata Aktif merupakan upaya memperkuat kesiapsiagaan nasional dengan melibatkan seluruh potensi bangsa secara lebih efektif.

Ia juga mengingatkan pentingnya setiap perwira memahami sejarah perjuangan bangsa dan proses terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai landasan dalam merumuskan strategi pertahanan yang tepat di masa mendatang.

Kepemimpinan Visioner Jadi Kunci

Selain membahas strategi pertahanan, Kasad menekankan pentingnya membangun karakter kepemimpinan yang visioner, adaptif, dan berintegritas di kalangan calon pemimpin TNI dan Polri.

Menurutnya, seorang perwira tidak cukup hanya menguasai kemampuan teknis dan taktis kemiliteran, tetapi juga harus memiliki wawasan strategis yang mampu mendorong kemandirian bangsa, termasuk dalam pengembangan industri pertahanan nasional.

Optimalisasi sumber daya nasional, lanjutnya, menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ketahanan negara di tengah meningkatnya persaingan global.

Perkuat Sinergi TNI, Polri, dan Komponen Bangsa

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Maruli juga mengajak seluruh elemen pertahanan memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi ancaman yang semakin beragam.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini tidak hanya berasal dari aspek militer, tetapi juga mencakup perkembangan teknologi, dinamika geopolitik, hingga berbagai ancaman nonkonvensional yang membutuhkan respons terpadu.

Pembekalan di Sesko TNI berlangsung secara interaktif melalui dialog dan sesi tanya jawab yang membahas berbagai isu strategis mengenai transformasi TNI, pembangunan sumber daya manusia, serta penguatan sistem pertahanan nasional.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para Perwira Siswa mampu mengembangkan pola pikir strategis, adaptif, dan inovatif sebagai bekal dalam menjalankan tugas kepemimpinan di lingkungan TNI maupun Polri pada masa mendatang.

Komentar