Jenazah Warga Papua Dievakuasi dari Lembah Curam, TNI Sebut Diduga Ditembak OPM

JurnalPatroliNews | Yahukimo – Pasukan Komando Operasi (Koops) Habema di bawah kendali Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III mengevakuasi jenazah seorang warga sipil Papua bernama Teina Alya yang menurut keterangan resmi TNI diduga menjadi korban penembakan oleh kelompok bersenjata yang disebut sebagai OPM Kodap XVI Yahukimo.

Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menjelaskan bahwa proses evakuasi berlangsung di kawasan sekitar Kali Kolaf, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Menurutnya, korban diduga berada di dasar lembah dengan medan yang terjal sehingga tim harus menggunakan teknik rapelling untuk mengevakuasi jenazah.

“Proses evakuasi dilakukan oleh personel Satgas Koops Habema dengan teknik rapelling mengingat kondisi lokasi yang sulit dijangkau,” ujar Lucky dalam keterangan tertulis yang diterima pada Sabtu (1/8/2026).

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban dibawa ke RS Dekai untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Berdasarkan informasi yang disampaikan TNI, korban direncanakan dimakamkan secara adat.

Dalam kesempatan yang sama, TNI juga menyampaikan bahwa terjadi kontak senjata saat pelaksanaan operasi di wilayah Kali Fis, Papua Pegunungan. Menurut keterangan resmi TNI, dua orang yang disebut sebagai anggota kelompok bersenjata tewas setelah terjadi baku tembak dengan personel Satgas.

TNI menyatakan tindakan tersebut dilakukan setelah kelompok yang dihadapi disebut melakukan perlawanan bersenjata terhadap personel di lapangan.

Lucky menegaskan bahwa setiap tindakan yang dilakukan prajurit mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku serta Rules of Engagement (ROE) dengan tetap memperhatikan prinsip penghormatan terhadap hak asasi manusia.

“Kami menegaskan bahwa setiap tindakan dilakukan sesuai ketentuan hukum dan prosedur yang berlaku,” katanya.

Ia juga kembali menyerukan kepada anggota kelompok bersenjata agar menghentikan aksi kekerasan, meletakkan senjata, dan menyerahkan diri kepada aparat keamanan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan atau tanggapan dari pihak TPNPB-OPM mengenai klaim TNI terkait dugaan penembakan terhadap warga sipil maupun informasi mengenai dua anggotanya yang disebut tewas dalam kontak senjata. Informasi mengenai kronologi kejadian masih berdasarkan keterangan resmi dari pihak TNI dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Komentar