JurnalPatroliNews – Jakarta – Fenomena pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta yang memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat mendapat perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera mengambil langkah proaktif guna meredam kekhawatiran publik sekaligus menjaga kepercayaan pelaku usaha terhadap situasi keamanan di ibu kota.
Menurut Wibi, munculnya inisiatif sejumlah pusat perbelanjaan memasang pagar pengaman dengan ketinggian tertentu menunjukkan adanya persepsi kekhawatiran yang tidak boleh diabaikan, meskipun belum tentu mencerminkan adanya ancaman nyata.
“Kalau sampai banyak pusat perbelanjaan merasa perlu memasang pagar tinggi, berarti ada persepsi kekhawatiran yang tidak boleh diabaikan,” ujar Wibi Andrino, Senin (3/8/2026).
Politikus Partai NasDem itu menegaskan, tanggung jawab pemerintah daerah bukan hanya memastikan kondisi keamanan tetap terjaga, tetapi juga membangun rasa aman di tengah masyarakat serta kalangan pelaku usaha.
Menurutnya, rasa aman merupakan faktor penting yang turut memengaruhi aktivitas ekonomi maupun iklim investasi di Jakarta.
“Rasa aman sama pentingnya dengan keamanan itu sendiri,” tegasnya.
Karena itu, Wibi mendorong Pemprov DKI Jakarta memperkuat komunikasi publik secara terbuka, sekaligus meningkatkan koordinasi dengan aparat TNI dan Polri untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif.
Selain itu, ia juga meminta pemerintah membangun dialog yang intensif dengan pengelola pusat-pusat perbelanjaan guna memahami alasan di balik pemasangan pagar tersebut serta mencegah munculnya kepanikan yang berlebihan di masyarakat.
Wibi menilai komunikasi yang baik antara pemerintah, aparat keamanan, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam menjaga stabilitas kota.
Ia mengingatkan bahwa berbagai spekulasi yang berkembang tanpa penjelasan resmi berpotensi memengaruhi persepsi masyarakat dan dunia usaha terhadap kondisi keamanan Jakarta.
Oleh karena itu, Pemprov DKI diharapkan mampu menghadirkan kepastian sekaligus menjaga kepercayaan publik agar aktivitas ekonomi tetap berjalan normal.
“Jakarta harus tetap menjadi kota yang terbuka, aman, dan memberi rasa nyaman bagi semua,” pungkasnya.















Komentar