JurnalPatroliNews | Jakarta – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya masuk jajaran tiga besar pejabat Kabinet Merah Putih yang mendapat penilaian positif dari publik.
Temuan tersebut berdasarkan survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO) yang mengukur persepsi masyarakat terhadap kinerja sejumlah pejabat dalam pemerintahan.
Dalam survei tersebut, Teddy menempati posisi kedua dengan tingkat penilaian positif sebesar 33,5 persen.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan posisi pertama ditempati Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan tingkat penilaian positif 42,8 persen. Sementara posisi ketiga ditempati Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dengan 32 persen.
“Teddy berada di posisi kedua dengan penilaian positif 33,5 persen, disusul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia sebesar 32,0 persen,” kata Dedi dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/8/2026).
Selain tiga besar tersebut, survei IPO juga mencatat sejumlah pejabat kabinet lainnya yang memperoleh penilaian positif dari masyarakat.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berada di posisi berikutnya dengan tingkat penilaian positif 30,9 persen.
Kemudian Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memperoleh 26,5 persen, sedangkan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono tercatat mendapat penilaian positif 25,3 persen.
Hasil tersebut menunjukkan persepsi publik terhadap kinerja kabinet memiliki tingkat penerimaan yang berbeda-beda antarpejabat.
IPO juga mengukur persepsi masyarakat terhadap pejabat kabinet yang dinilai memiliki kinerja kurang baik.
Dalam kategori tersebut, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menempati posisi teratas dengan angka 51,8 persen.
Berikutnya terdapat Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dengan 48,5 persen.
Sementara Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tercatat sebesar 4,5 persen dalam kategori penilaian kurang baik.
“Yang pertama adalah Menteri HAM Natalius Pigai 51,8 persen, Menteri PU Dody Hanggodo 48,5 persen, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni 4,5 persen,” ujar Dedi.
Dedi menekankan bahwa penilaian masyarakat terhadap kinerja pejabat pemerintah bukan sesuatu yang bersifat permanen.
Menurutnya, dinamika politik, kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi, serta perkembangan berbagai persoalan publik dapat memengaruhi persepsi masyarakat dari waktu ke waktu.
“Jadi, memang kondisi masyarakat saya kira selalu dinamis dalam memberikan penilaian,” katanya.
Survei IPO dilakukan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.200 responden.
Metode yang digunakan adalah stratified multistage random sampling (SMRS) dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat akurasi 95 persen.
Hasil survei tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana publik menilai performa sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih berdasarkan kondisi dan informasi yang berkembang selama periode survei.














Komentar