JurnalPatroliNews | Bogor – Perjalanan panjang di dunia penegakan hukum mengantarkan Victor Gatot Hamonangan Nababan, SE, SH, MH pada fase baru sebagai advokat. Setelah mengakhiri masa pengabdiannya di institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) pada 1 Maret 2026, mantan perwira dengan pangkat terakhir Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) itu kini menekuni profesi advokat.
Berbekal pengalaman panjang sebagai anggota Polri, khususnya dalam menangani berbagai perkara hukum dan tindak pidana narkotika di Jawa Barat, Victor memasuki dunia advokat dengan modal pengalaman lapangan sekaligus latar belakang akademik di bidang hukum.
Pria kelahiran Jakarta tahun 1968 yang memiliki darah Batak ini menempuh pendidikan dasar hingga perguruan tinggi di Jakarta. Pendidikan sarjananya diselesaikan pada 1995.
Setahun kemudian, perjalanan pengabdiannya di kepolisian dimulai. Victor mengikuti pendidikan Sekolah Sumber Perwira Jalur SEPAPK (Perwira Karier) pada 1996–1997 di Akademi Militer (Akmil), Magelang.
Pendidikan tersebut kemudian dilanjutkan di Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, pada 1997 hingga 1998. Setelah menyelesaikan pendidikan, Victor langsung ditugaskan di lingkungan Polda Jawa Barat.
Rekam Jejak di Kepolisian
Selama menjalani karier sebagai anggota Polri, Victor dikenal memiliki pengalaman dalam penanganan berbagai perkara pidana, terutama kasus narkotika.
Namanya mulai dikenal luas di lingkungan penegakan hukum Jawa Barat setelah terlibat dalam pengungkapan sejumlah perkara narkoba yang menjadi perhatian.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan profesionalnya. Bagi Victor, penegakan hukum bukan sekadar persoalan menerapkan aturan, tetapi juga membutuhkan ketelitian, keberanian, integritas, serta kemampuan memahami setiap persoalan secara utuh.
Pengalaman menangani perkara di lapangan juga menjadi bekal berharga ketika dirinya kemudian memilih profesi advokat.
Di sela-sela menjalankan tugas sebagai anggota Polri, Victor tetap memberikan perhatian terhadap pendidikan. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum
(SH) hingga melanjutkan ke jenjang Magister Hukum (MH) di salah satu perguruan tinggi di Bogor.
Pendidikan hukum tersebut semakin memperkuat fondasi akademiknya sekaligus menjadi bekal ketika memasuki babak baru dalam perjalanan profesionalnya.
Memasuki Dunia Advokat
Setelah menyelesaikan pengabdian di kepolisian, Victor kemudian memilih jalur advokat.
Dengan pengalaman panjang sebagai perwira Polri serta bekal pendidikan hukum, ia mulai menangani berbagai perkara hukum di sejumlah wilayah.
Sejak resmi disumpah sebagai advokat, Victor langsung aktif menangani perkara dan memberikan pendampingan hukum kepada masyarakat maupun pihak yang membutuhkan jasa hukum.
Ketertarikannya terhadap dunia advokasi sebenarnya bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba.
Ketika masih aktif sebagai anggota Polri, Victor sudah menunjukkan ketertarikan dan kemampuan dalam persoalan hukum. Salah satu pengalaman yang menjadi bagian dari perjalanan tersebut adalah ketika ia memberikan pembelaan terhadap rekannya sesama anggota kepolisian yang menghadapi proses persidangan etik di internal institusi.
Pengalaman itu menjadi salah satu titik yang memperlihatkan bahwa kemampuan Victor dalam memahami persoalan hukum telah terbentuk jauh sebelum dirinya resmi berprofesi sebagai advokat.
Kini, pengalaman sebagai aparat penegak hukum dan pendidikan hukum yang ditempuhnya menjadi dua modal utama dalam menjalankan profesi tersebut.
Dari Seragam Polisi ke Ruang Sidang
Peralihan profesi dari seorang perwira kepolisian menjadi advokat membuat perjalanan Victor memiliki warna tersendiri.
Selama bertugas di kepolisian, ia berada pada posisi sebagai bagian dari institusi penegak hukum. Setelah purna tugas, perspektifnya bergeser menjadi seorang advokat yang memiliki tanggung jawab memberikan pendampingan dan pembelaan hukum sesuai koridor peraturan perundang-undangan dan kode etik profesi.
Bagi seorang advokat dengan latar belakang kepolisian, pengalaman memahami mekanisme penegakan hukum dari dalam institusi menjadi pengalaman yang dapat menjadi perspektif tersendiri ketika menangani sebuah perkara.
Namun, profesi advokat tetap menuntut independensi, profesionalisme, integritas, serta penghormatan terhadap hukum dan kode etik.
Victor kini membangun kiprahnya melalui kantor hukum yang menggunakan nama Law Office Victor Gatot Hamonangan Nababan di wilayah Cibinong, Kabupaten Bogor.
Dari tempat tersebut, ia menjalankan aktivitas profesionalnya sebagai advokat sekaligus melanjutkan pengabdian di bidang hukum dengan pengalaman yang telah dibangunnya selama puluhan tahun.
Keluarga
Di balik aktivitas profesionalnya, Victor Nababan juga merupakan kepala keluarga.
Ia menikah dengan Mila Bherta, SE., Ak. Dari pernikahan tersebut, Victor dikaruniai dua anak, yakni Samuel Pandrya, SH dan Kevin.
Keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Victor, termasuk ketika dirinya menjalani pendidikan, membangun karier di kepolisian hingga akhirnya memilih profesi advokat.
Profil Singkat
Nama: Victor Gatot Hamonangan Nababan, SE, SH, MH.
Tempat, Tahun Lahir: Jakarta, 1968
Profesi: Advokat
Pangkat Terakhir: Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP)
Institusi: Kepolisian Negara Republik Indonesia
Penugasan terakhir: Polda Jawa Barat
Purna tugas: 1 Maret 2026
Pendidikan: SEPAPK/Perwira Karier, Akmil Magelang; Akademi Kepolisian Semarang; Sarjana Hukum; Magister Hukum
Istri: Mila Bherta, SE., Ak.
Anak: Samuel Pandrya, SH dan Kevin
Nama Kantor: Law Office Victor Gatot Hamonangan Nababan
Alamat: Mutiara Residence, Blok B No. 1, Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor
Perjalanan Victor Nababan memperlihatkan sebuah fase transisi dari institusi kepolisian menuju profesi advokat. Dari pengalaman panjang sebagai perwira penegak hukum, ia kini melanjutkan pengabdiannya melalui jalur profesi hukum dengan membawa pengalaman lapangan sekaligus pendidikan akademik yang telah ditempuhnya.















Komentar