JurnalPatroliNews | Internasional — Operasional Bandara Ben Gurion, Israel, kembali berjalan normal setelah sempat terganggu akibat aksi pemogokan pekerja pada Kamis (20/8/2026) waktu setempat.
Gangguan tersebut tidak hanya berdampak terhadap jadwal penerbangan dan ribuan penumpang, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi yang ditaksir mencapai 25-30 juta shekel, atau sekitar US$8,3-10 juta. Jika dikonversikan, nilainya mencapai sekitar Rp176,4 miliar.
Otoritas Bandara Israel menyatakan aktivitas penerbangan di Bandara Ben Gurion kini telah kembali stabil.
“Operasi di Bandara Ben Gurion telah stabil dan kembali normal,” kata Otoritas Bandara, dikutip dari Ynet, Sabtu (22/8/2026).
Setelah aktivitas bandara kembali normal, otoritas mulai melakukan penanganan terhadap sejumlah bagasi yang sebelumnya tertahan akibat gangguan operasional.
Bagasi yang belum dikirim ke luar negeri telah melalui proses penyortiran dan secara bertahap diserahkan kepada maskapai untuk diteruskan ke tujuan masing-masing.
Sementara bagasi penumpang yang telah tiba di Israel tetapi belum diterima pemiliknya juga mulai didistribusikan melalui maskapai penerbangan.
Jadwal penerbangan pun kembali berjalan seperti biasa. Otoritas Bandara memperkirakan puluhan penerbangan tambahan akan mendarat pada awal periode Sabat.
Pemulihan tersebut menjadi langkah penting untuk mengembalikan aktivitas bandara ke kondisi normal setelah sebelumnya terjadi gangguan pada layanan darat.
Kementerian Keuangan Israel memperkirakan aksi pemogokan tersebut menimbulkan kerugian sekitar 25-30 juta shekel.
Kerugian tersebut tidak hanya berasal dari aktivitas bandara yang terganggu, tetapi juga mencakup berbagai dampak ekonomi yang muncul akibat terhentinya sebagian layanan.
Komponen kerugian antara lain waktu penumpang yang terbuang, biaya operasional maskapai, hilangnya pendapatan Otoritas Bandara Israel dan operator bandara, serta gangguan terhadap arus kargo dan logistik.
Dampak tersebut kemudian merembet ke sektor lain yang bergantung pada kelancaran transportasi udara, termasuk rantai pasokan, pariwisata dan industri perhotelan.
Gangguan penerbangan bahkan membuat sejumlah pesawat yang menuju Tel Aviv terpaksa berbalik arah menuju negara asal setelah operasional Bandara Ben Gurion dikurangi.
Aksi mogok terjadi ketika pekerja dari empat perusahaan jasa darat menghentikan aktivitas mereka.
Dalam kondisi tersebut, seluruh loket check-in sempat ditutup selama sekitar satu jam. Gangguan layanan kemudian berdampak pada proses keberangkatan dan kedatangan penumpang.
Situasi tersebut menjadi lebih signifikan karena Bandara Ben Gurion tengah berada dalam periode aktivitas penerbangan yang padat.
Dalam kondisi normal, bandara tersebut melayani sekitar 100.000 penumpang dan 600 penerbangan setiap hari.
Dengan volume sebesar itu, gangguan pada satu bagian layanan saja dapat menimbulkan efek berantai terhadap jadwal penerbangan, penanganan bagasi, kargo dan aktivitas ekonomi yang bergantung pada konektivitas udara.
Setelah aksi pemogokan berakhir, otoritas bandara bergerak melakukan pemulihan layanan. Fokus utama diarahkan pada penyelesaian bagasi yang tertahan dan pengembalian jadwal penerbangan ke kondisi normal.
Pemulihan tersebut menjadi penting untuk mencegah gangguan berkembang menjadi persoalan yang lebih besar, terutama terhadap rantai penerbangan internasional dan arus logistik.
Meskipun gangguan hanya berlangsung dalam waktu relatif singkat, besarnya volume aktivitas Bandara Ben Gurion membuat dampak ekonominya tetap signifikan.
Peristiwa ini sekaligus memperlihatkan betapa pentingnya sektor jasa penerbangan bagi aktivitas ekonomi Israel. Ketika operasional bandara terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh penumpang dan maskapai, tetapi juga dapat menjalar ke sektor pariwisata, perdagangan, logistik hingga penerimaan pengelola bandara.
Kini, setelah operasional kembali normal, perhatian diarahkan pada penyelesaian dampak lanjutan, terutama memastikan seluruh bagasi tertunda dan penumpang terdampak dapat dilayani hingga seluruh aktivitas penerbangan kembali sepenuhnya stabil.















Komentar