JurnalPatroliNews | Banjarbaru — Dukungan pemerintah untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan kembali diperkuat. Pesawat Hercules TNI Angkatan Udara A-1331 dari Skadron Udara 33 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, membawa bantuan peralatan penanganan karhutla dan mendarat di Apron Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru, Selasa (25/8/2026) malam.
Pengiriman tersebut merupakan dukungan Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertanian. Bantuan dikirim untuk mempercepat penguatan peralatan di lapangan, khususnya di wilayah yang membutuhkan penanganan karhutla secara cepat.
Pesawat angkut strategis TNI AU tersebut membawa enam unit mesin pompa air serta 10 set selang pompa air. Peralatan itu disiapkan untuk mendukung personel dan unsur gabungan dalam upaya pemadaman maupun penanganan titik-titik kebakaran.
Penggunaan Hercules TNI AU menjadi bagian dari langkah percepatan distribusi bantuan. Kemampuan angkut dan mobilitas pesawat memungkinkan peralatan dikirim dalam waktu relatif cepat ke wilayah yang membutuhkan dukungan operasional.
Kehadiran tambahan peralatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas pemadaman di lapangan, terutama ketika personel menghadapi titik api di kawasan yang rawan terdampak karhutla.
Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., mengatakan pihaknya siap mendukung proses penerimaan sekaligus pendistribusian bantuan pemerintah agar segera digunakan oleh unsur terkait.
Menurut Hilman, dukungan tersebut menjadi bagian dari gerak cepat TNI AU dalam menjalankan arahan dan perintah Presiden RI untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan Selatan.
“Kehadiran bantuan tersebut sekaligus menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap upaya penanggulangan karhutla di daerah, serta memperkuat kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi ancaman karhutla,” ujar Hilman.
Ia menambahkan, mobilisasi peralatan secara cepat menjadi faktor penting ketika penanganan kebakaran membutuhkan dukungan tambahan dalam waktu singkat.
“Melalui dukungan peralatan dan mobilisasi cepat, diharapkan penanganan karhutla di Kalimantan Selatan dapat dilakukan lebih optimal, sehingga dampak kebakaran terhadap lingkungan dan masyarakat dapat teratasi,” tambahnya.
Kedatangan bantuan ini sekaligus memperlihatkan sinergi lintas unsur dalam menghadapi ancaman karhutla. Dukungan pemerintah pusat, TNI AU, pemerintah daerah, serta personel penanggulangan di lapangan menjadi bagian penting dalam memperkuat respons terhadap kebakaran.
Dengan tambahan enam mesin pompa dan 10 set selang, kesiapan peralatan pemadaman di wilayah Kalimantan Selatan diharapkan semakin meningkat sehingga respons terhadap titik-titik kebakaran dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.














Komentar