Usai Demo DPR, Pedagang Cermin Tewas Diserang Massa di Pejompongan

JurnalPatroliNews | Jakarta – Kericuhan yang terjadi di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026) malam, meninggalkan duka bagi keluarga Bambang Setiawan (60). Warga lanjut usia yang sehari-hari berjualan cermin itu meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan saat kericuhan pecah.

Bambang disebut tidak terlibat dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI. Ia tetap menjalankan aktivitas sebagai pedagang cermin di Jalan Pejompongan Raya. Namun, situasi yang berubah menjadi ricuh membuatnya ikut terdampak.

Istri korban, Sudarsih (56), menceritakan Bambang sebenarnya telah berencana menutup lapak lebih awal sekitar pukul 16.30 WIB. Keputusan itu diambil karena kondisi massa di sekitar lokasi mulai memanas.

Situasi sempat mereda. Bambang kemudian keluar rumah untuk melihat kondisi kericuhan dari dekat.

Menurut Sudarsih, kebiasaan suaminya melihat situasi sekitar bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa kejadian sebelumnya, Bambang juga kerap berada di sekitar lokasi untuk menyaksikan situasi atau membantu warga.

“Semalam, enggak lama setelah aman, dia (korban) keluar. Saya berpikir karena ada anak saya, saya enggak cegah. Saya diemin aja keluar, karena dia memang biasanya kalau ada kejadian ini kan enggak sekali ini aja, kemarin-kemarin kan. Dia tuh cuma nonton ya kan, kadang-kadang ngebantu ngucurin air buat cuci muka,” kata Sudarsih.

Namun, malam itu Bambang tidak kunjung kembali ke rumah.

Keluarga mulai diliputi kecemasan setelah waktu terus berjalan. Sudarsih sempat mencari keberadaan suaminya, tetapi upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Kabar mengenai nasib Bambang baru diketahui sekitar pukul 02.30 WIB. Saat itu, rekaman video kericuhan beredar luas di media sosial. Salah satu anak korban menerima video tersebut dan kemudian meminta Sudarsih memastikan sosok yang terlihat menjadi sasaran amuk massa.

“Anak saya bilang ternyata benar,” tutur Sudarsih dalam suasana duka.

Keluarga kemudian mendapatkan kepastian bahwa pria dalam rekaman tersebut adalah Bambang.

Jenazah Bambang selanjutnya dijemput dari RS Polri sebelum dibawa pulang oleh keluarga. Korban kemudian dimakamkan di TPU Kemanggisan.

Bukan Peserta Demo

Peristiwa yang menimpa Bambang menjadi gambaran bahwa dampak kericuhan tidak hanya dirasakan oleh peserta aksi maupun aparat yang berada di garis depan. Warga yang tinggal dan bekerja di sekitar lokasi juga dapat menjadi korban ketika situasi berubah tidak terkendali.

Bambang diketahui tidak mengikuti aksi demonstrasi di kawasan DPR. Ia berada di sekitar tempat tinggal dan lokasi usahanya sebagai pedagang cermin.

Keputusan keluar rumah setelah situasi dinilai lebih aman ternyata berujung tragis. Dugaan pengeroyokan yang dialaminya masih menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang perlu diungkap secara menyeluruh.

Peristiwa tersebut kini menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Di tengah proses penanganan kericuhan, kisah Bambang juga menjadi pengingat bahwa warga sipil yang tidak terlibat dalam aksi seharusnya tetap mendapatkan perlindungan dan rasa aman ketika terjadi konflik atau kerusuhan di ruang publik.

Komentar